Calon Dokter Gagal UKMPPD, Pakar Desak Analisis Akar Masalah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Calon Dokter Gagal UKMPPD, Pakar Desak Analisis Akar Masalah Pakar kesehatan mendesak kajian mendalam mengenai banyaknya calon master nan kandas UKMPPD.(Dok. Magnific)

DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, menegaskan perlunya kajian mendalam secara ilmiah untuk mencari akar masalah mengenai banyaknya calon dokter nan gagal lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) secara berulang.

Menurut Tjandra, rumor mengenai ketidaklulusan ini sudah menjadi pembahasan sejak sepuluh tahun terakhir, apalagi telah beberapa kali diangkat dalam rapat berbareng DPR RI. Ia menekankan pentingnya memandang info persentase ketidaklulusan secara jeli sebelum menentukan langkah solusi.

"Sesudah ada persentasenya, maka dilakukan analisa secara ilmiah kenapa dapat terjadi. Mereka nan tidak lulus tersebut sebenarnya sudah mempunyai gelar Sarjana Kedokteran dan telah menjalani kepaniteraan klinik di fakultas masing-masing," ujar Tjandra saat dihubungi, Minggu (14/6).

Selain masalah kompetensi, dia juga menyoroti ketimpangan pengedaran master di Indonesia. Di kota-kota besar, jumlah master dinilai sudah berlebih, sementara wilayah terpencil tetap kekurangan. Ia menyarankan agar pemerintah mengatur tiga aspek utama bagi master di wilayah rural: jenjang karier, pendidikan anak, dan pengembangan profesi.

Perbaikan dari Hulu ke Hilir

Senada dengan perihal tersebut, Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Ari Fahrial Syam, menyatakan bahwa perbaikan pendidikan kedokteran kudu dilakukan dari hulu ke hilir. Hal ini mencakup proses penerimaan mahasiswa, kualitas pendidikan pra-klinik, hingga masa pemagangan alias koas.

Ari mengungkapkan adanya ketimpangan kualitas antar-fakultas kedokteran di Indonesia, terutama mengenai sarana prasarana, jumlah dosen, staf pengajar, hingga kesiapan konsultan spesialis.

"Karena perbedaan akomodasi dan pengajar tersebut, hasil nan diperoleh mahasiswa juga berbeda-beda. Di sinilah pentingnya ujian kompetensi sebagai instrumen standarisasi," jelas Ari.

Ia menambahkan bahwa ujian kompetensi merupakan standar dunia nan juga diterapkan di beragam negara untuk memastikan kepantasan seorang master sebelum mulai melayani masyarakat. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia