Ilustrasi(Magnific)
FASE pascamelahirkan sering kali dianggap sebagai momen nan penuh kebahagiaan. Namun, bagi sekitar 20%- 25% ibu baru, periode ini justru menjadi masa nan sangat berat lantaran adanya gangguan kekhawatiran dan depresi pascamelahirkan alias Perinatal Mood and Anxiety Disorder (PMAD).
Kondisi ini kerap membikin orang-orang di sekitar merasa bingung untuk merespons. Psikolog Caitlin Slavens, MC, mengungkapkan ketidaktahuan ini sering kali membikin lingkungan sekitar justru memilih untuk tak bersuara alias memberikan respons nan salah.
"Mereka mungkin berambisi sang ibu merasa bahagia, lelah, namun tetap bersyukur. Orang-orang bisa bingung ketika memandang ibu baru merasa hampa, kewalahan, alias marah," ujar Slavens.
Perlu dipahami bahwa baby blues biasanya bakal membaik dalam hitungan hari hingga dua minggu. Namun, dr. Sherry Ross, MD, seorang ahli kebidanan dan kandungan, menjelaskan bahwa indikasi depresi pascamelahirkan (Postpartum Depression/PPD) dan kekhawatiran pascamelahirkan (Postpartum Anxiety/PPA) justru baru mulai meningkat setelah periode tersebut.
Gejala PPD bisa berupa rasa hampa, mudah menangis, kemarahan nan tiba-tiba, hingga kesulitan membangun ikatan dengan bayi. Sementara PPA ditandai dengan kekhawatiran nan konstan, ketakutan bakal skenario terburuk, hingga serangan panik.
Langkah Nyata Atasi PPA
Untuk membantu orang terdekat nan sedang berjuang melewati masa-masa susah ini, para master kesehatan mental membagikan beberapa langkah nyata nan bisa Anda lakukan:
1. Berikan Bantuan Secara Spesifik
Hindari menawarkan support dengan kalimat melayang-layang seperti, "Kabari ya jika butuh sesuatu." Kalimat ini justru menambah beban pikiran sang ibu. Sebaliknya, tawarkan support nan spesifik. Misalnya, "Aku mau ke supermarket. Ada nan perlu kubelikan, seperti popok alias makan malam?"
2. Kerjakan Tugas Rumah Bersama
PPD dan PPA dapat membikin tugas sederhana terasa sangat berat. Dibandingkan membiarkannya sendiri, temani sang ibu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah bersama-sama, seperti melipat busana alias menyiapkan makanan.
3. Jaga Waktu Tidurnya
Kurang tidur merupakan salah satu aspek akibat terbesar nan memperburuk PPD dan PPA. Gantilah sif untuk menjaga bayi pada malam alias pagi hari agar sang ibu bisa tidur tanpa gangguan selama beberapa jam.
4. Validasi Perasaannya
Jadilah pendengar nan baik. Dr. Meghan Rattigan, DO, menyarankan untuk menegaskan kepada sang ibu bahwa kondisi ini bukanlah pilihannya dan bukan kesalahannya. Katakan kalimat nan menenangkan seperti, "Kamu adalah orang tua nan baik nan sedang melewati masa sulit."
Jangan pernah mengabaikan perilaku mereka, menghakimi, alias melarang mereka mencari support profesional. Dukungan nan konsisten dari family dan sahabat sangatlah krusial. Namun, jika sang ibu mulai menunjukkan tanda-tanda mau menyakiti diri sendiri alias mengalami psikosis pascamelahirkan, seperti berhalusinasi alias mengalami paranoia, segera bawa ke jasa darurat terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. (Parents/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·