Folarin Balogun mencetak dua gol saat AS menang 4-1 atas Paraguay di Piala Dunia 2026. Namun, status kewarganegaraannya justru memicu perdebatan.(Instagram)
PENAMPILAN Folarin Balogun dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 nan membawa tim nasional Amerika Serikat (USMNT) meraih kemenangan 4-1 atas Paraguay memicu perdebatan nan panas.
Penyerang berumur 24 tahun tersebut mencetak dua gol. Keberhasilan itu menjadikannya pemain laki-laki Amerika Serikat pertama nan mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak turnamen jenis perdana tahun 1930.
Namun, keberhasilan atlet keturunan Nigeria ini justru menjadi pusat perdebatan mengenai kewenangan kewarganegaraan berasas tempat lahir (birthright citizenship) nan saat ini tengah diupayakan untuk diakhiri oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Folarin Balogun lahir di Brooklyn, New York, tahun 2001 saat ibunya sedang berjamu sementara ke Amerika Serikat. Kondisi ini secara otomatis menjadikannya penduduk negara Amerika Serikat berasas Amandemen ke-14 Konstitusi AS, status nan memungkinkannya untuk memihak tim nasional AS.
Meski menghabiskan masa mini dan remajanya di Inggris dan mempunyai opsi untuk mewakili Inggris alias Nigeria, dia akhirnya memutuskan untuk berkomitmen penuh pada tim nasional Amerika Serikat pada tahun 2023.
Kritik Terhadap Kebijakan Imigrasi Pemerintahan Trump
Kesuksesan Balogun di Piala Dunia sekarang digunakan sebagai contoh nyata oleh para pengkritik kebijakan imigrasi Donald Trump.
Trump, nan pada hari pertama periode keduanya menerbitkan perintah pelaksana untuk melarang kebangsaan berasas kelahiran bagi anak-anak nan orang tuanya bukan penduduk negara alias masyarakat tetap nan sah, sempat memuji kemenangan USMNT melalui platform Truth Social.
Menanggapi situasi ini, Greg Siskind, seorang pengacara imigrasi dan salah satu pendiri Visalaw.ai, menulis di platform X, "Sebuah pengingat bahwa Flo Balogun tidak bakal berada di Tim Nasional Pria AS jika perintah kebangsaan berasas kelahiran Trump diberlakukan saat dia lahir di NY. Pria AS pertama nan mencetak lebih dari satu gol dalam pertandingan Piala Dunia sejak Piala Dunia pertama pada tahun 1930."
Sentimen serupa juga disampaikan di X oleh wartawan dan penulis asal Inggris, Robert Peston, nan menyoroti aspek keberuntungan di kembali status kebangsaan Balogun.
"Pahlawan Piala Dunia Amerika tadi malam, Folarin Balogun, hanya diizinkan bermain untuk tim nasional AS lantaran ibunya nan sedang mengandung tua ditolak izinnya oleh maskapai penerbangan AS untuk terbang ke Inggris, sehingga dua bulan pertama hidupnya secara tidak sengaja dihabiskan di Brooklyn. Sangat mustahil jika penegakan norma imigrasi Trump diberlakukan maka Balogun bakal diizinkan lahir di Amerika. Tarik konklusi Anda sendiri."
Saat ini, nasib kebijakan mengenai kebangsaan tersebut sedang diproses di Mahkamah Agung, di mana keputusan akhir bakal sangat menentukan masa depan kewenangan konstitusional bagi bayi nan lahir di wilayah Amerika Serikat. (Newsweek/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·