Gabrielle(MI/HO)
DI tengah keriuhan industri musik nan sering kali menuntut estetika serba rapi, Gabrielle muncul dengan pendekatan nan kontradiktif. Di usianya nan baru menginjak 21 tahun, solois metal asal Yogyakarta ini memilih untuk menanggalkan kenyamanan vokal merdu demi sebuah pernyataan nan lebih jujur dan garang melalui EP debutnya berjudul Animals.
Dirilis di bawah naungan Repertoart Records, Animals menandai transformasi drastis bagi musisi berjulukan komplit Gabrielle Maryse Antoinette den Hertog ini.
Jika sebelumnya dia dikenal melalui pendekatan clean vocal dalam single Falling For An End, sekarang dia melompat jauh ke spektrum modern metal dengan sentuhan hardcore nan kental. Scream vocal nan dia pelajari secara intensif dalam dua tahun terakhir menjadi senjata utama untuk menyuarakan kemarahan nan selama ini terpendam.
Metafora Hewan dan Kritik Global
EP ini bukan sekadar eksplorasi teknis vokal ekstrem. Gabrielle membangun narasi nan kuat melalui konsep metafora empat hewan, babi, anjing, domba, dan tikus. Keempatnya digunakan sebagai simbol untuk membedah isu-isu berat, mulai dari korupsi kekuasaan, ketaatan buta terhadap otoritas, hingga akibat destruktif kapitalisme terhadap jiwa manusia.
“Aku nggak nulis ini buat semua orang,” ungkap Gabrielle.
Baginya, musik adalah medium untuk berbincang (speak up) mengenai realitas bumi nan sering kali susah dia sampaikan melalui hubungan langsung alias media sosial. Melalui produksi tangan dingin Sambung Penumbra, pesan-pesan tajam tersebut dibalut dengan aransemen nan eksplosif namun tetap mempunyai arah nan jelas.
Informasi Produksi & Profil EP Animals
| Nama Artis | Gabrielle (Gabrielle Maryse Antoinette den Hertog) |
| Judul EP | Animals |
| Label Rekaman | Repertoart Records |
| Produser | Sambung Penumbra |
| Tanggal Rilis | 22 Mei 2026 |
| Basis Domisili | Yogyakarta |
| Genre Utama | Modern Metal / Hardcore |
Langkah Berani di Jalur Ekstrem
Perjalanan Gabrielle di kancah musik ekstrem tergolong singkat namun progresif. Ia baru mengenal musik metal sekitar empat tahun lalu. Namun, keterbatasan waktu tersebut justru menjadi bahan bakar untuk tidak bermain aman. Keputusannya untuk langsung terjun ke teknik extreme vocal menunjukkan dedikasi tinggi terhadap visi artistiknya.
EP Animals dijadwalkan tersedia di seluruh platform streaming digital (DSP) mulai 22 Mei 2026. Kehadiran karya ini diharapkan bisa memberikan warna baru bagi kancah musik metal di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa usia dan latar belakang bukanlah penghalang untuk menyuarakan keresahan sosial secara lantang. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·