Cikal Bintang
, Jurnalis-Jum'at, 17 April 2026 |01:20 WIB

Simon Grayson mendapat tugas sebagai mata elang buat Timnas Indonesia (Foto: Instagram/@simongraysonofficial)
ASISTEN pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson, mengaku punya tugas unik dari John Herdman. Ia menyatakan sebagai mata dari langit namalain memantau Skuad Garuda dari perspektif pandang nan berbeda.
“Peran saya adalah jadi 'mata di langit' dalam sebuah pertandingan. Saya memandang ke bawah dan berkomunikasi dengan bangku persediaan apa nan mesti dilakukan dalam menyerang dan bertahan,” kata Grayson dikutip dari kanal YouTube Astro Arena, Jumat (17/4/2026).
1. Tanggung Jawab Penting

Peran tersebut membikin Grayson memikul tanggung jawab krusial dalam membaca jalannya pertandingan secara menyeluruh. Eks manajer Sunderland itu mengawasi pergerakan tim sendiri dan musuh sebelum memberikan masukan langsung kepada tim pembimbing di bangku cadangan.
Selain saat laga berlangsung, komunikasi dengan pembimbing kepala juga menjadi bagian krusial dalam pekerjaannya. Grayson menegaskan momen jarak turun minum dimanfaatkan secara maksimal untuk berbincang singkat.
“Saya perlu dua menit unik untuk berbincang dengan John (Herdman) di jarak turun minum untuk membicarakan persiapan dan kondisi lawan,” ungkap Grayson.
Menurutnya, kajian nan dilakukan tidak hanya berfokus pada kualitas perseorangan pemain lawan. Asisten pembimbing berumur 56 tahun itu juga menilai pentingnya memahami kekuatan dan kelemahan tim secara keseluruhan.
“Ini bukan hanya soal memerhatikan talenta pemain lawan, tapi juga kekuatan dan kelemahan mereka. Ya, ini pengalaman nan menyenangkan,” jelas Grayson.
Ketika ditanya mengenai konsentrasi awal saat menerima pekerjaan di Timnas Indonesia, Grayson menyoroti pentingnya perincian dalam memahami filosofi permainan. Ia menyebut pendekatan strategi nan dibawa pembimbing kepala menjadi perihal nan kudu dipelajari secara mendalam.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·