Pimpinan DPD Sambangi Kediaman Ma'ruf Amin, Antar Undangan Sidang Tahunan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin Didampingi Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai dan Tamsil Linrung Saat Berkunjung ke Kediaman Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Ma'ruf Amin di Kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (10/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengunjungi kediaman Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin di area Depok, Jawa Barat, Senin (10/8). Kunjungan tersebut untuk menyerahkan langsung undangan menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat (14/8) mendatang.

Sultan datang didampingi Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai dan Tamsil Linrung. Ia mengatakan DPD RI tahun ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan sidang berbareng sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

"Jadi, kali ini tanggal 14 Agustus, Jumat nan bakal datang kan sidang tahunan sekaligus sidang bersama. Kita bakal mendengarkan pidato kenegaraan Bapak Presiden," kata Sultan seusai berjumpa Ma’ruf Amin di kediamannya, Depok, Jawa Barat, Senin (10/8).

Sultan mengatakan ketua DPD RI berinisiatif mengantarkan langsung undangan kepada sejumlah tokoh bangsa dan tokoh negara, termasuk mantan presiden dan wakil presiden.

"Kebetulan memang sesuai undang-undang MD3, tahun ini DPD nan bakal menjadi host alias tuan rumah. Nah, sesuai dengan nan kami sampaikan bahwa DPD mengambil inisiatif untuk tokoh-tokoh bangsa, tokoh negara, kemudian mantan presiden dan wakil presiden, memang ketua DPD nan bakal mengantar langsung," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sultan menyebut Ma’ruf Amin menyampaikan kesediaannya untuk datang dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD.

Sejumlah personil parlemen memberikan apalus usai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga

Sultan berambisi momentum tersebut dapat menjadi kesempatan bagi para tokoh bangsa untuk berkumpul dan menunjukkan persatuan di tengah situasi geopolitik nan dinilainya tetap belum menentu.

"Ini kan momentum tahunan, ya. Momentum krusial untuk negara, kami memaknai sebagai persatuan. Ini momentum nan paling tepat untuk memperlihatkan kepada bangsa bahwa kerakyatan kita bisa guyub, bisa tenang," ujar Sultan.

"Kalaupun kondisi geopolitik sekarang tetap dalam tanda kutip, tetap agak kurang tidak menentu, tapi minimal bangsa kita menunjukkan bahwa di hari kemerdekaan kita nan ke-81 ini, tokoh-tokoh bangsa bisa berkumpul. Intinya itu sih," tegasnya.

Begitu juga Ma’ruf Amin, dia mengatakan Sidang Tahunan merupakan momentum krusial untuk mendengarkan secara langsung laporan Presiden mengenai keahlian pemerintah.

"Saya kira momentum sidang tahunan itu kan penting. Semacam report kepala negara terhadap keahlian nan kelak bakal memperoleh pembahasan di DPD, di DPR, dan MPR, seberapa jauh keahlian pemerintah itu kelak disikapi," kata Ma'ruf.

Menurutnya, masyarakat dapat mengetahui secara langsung keahlian pemerintah melalui laporan Presiden sehingga tidak hanya mengandalkan penilaian alias info nan belum berasas fakta.

"Supaya masyarakat itu tidak mengira-ngira alias memberikan penilaian-penilaian nan tidak berasas kebenaran nan ada. Jadi, saya kira melalui sidang tahunan ini, saya kira masalah-masalah apa nan dikerjakan, apa nan tetap dihadapi, ya itu bakal menjadi jelas," kata dia.

Ma’ruf juga menyatakan keinginannya untuk menghadiri sidang tersebut andaikan kondisi kesehatannya memungkinkan.

"Karena itu, jika saya jika sehat, saya mau tetap datang dan bisa mendengarkan laporan Presiden di sidang tahunan ini. Saya kira itu," tutup Ma'ruf.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan