Jadi Tulang Punggung, Begini Cara HPM Dongkrak Penjualan Honda Brio

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Honda Brio di IIMS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan

Pergerakan parameter makroekonomi nan bergerak memberi akibat langsung pada peta persaingan segmen kendaraan irit daya dan nilai terjangkau (Low Cost Green Car/LCGC). Segmen nan menyasar kelas menengah ini merasakan tekanan nan cukup signifikan sepanjang tahun ini.

Sebagai salah satu pemain utama di pasar ini melalui model Honda Brio, PT Honda Prospect Motor (HPM) mencermati perubahan perilaku konsumen nan terjadi akibat perubahan ekonomi tersebut.

Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, membeberkan bahwa lini produk Brio sejauh ini tetap kokoh menjadi tulang punggung (backbone) utama penjualan Honda di Indonesia.

"Memang Honda Brio saat ini kontribusinya 50 persen dan itu tetap menjadi backbone kami ya," ujar Billy.

Honda Brio Satya di booth Honda pada IIMS Hybrid 2022. Foto: Sena Pratama/kumparan

Namun, kekuasaan tersebut berhadapan dengan karakter unik dari profil pembeli di kelas LCGC. Billy mengungkapkan bahwa kebanyakan pembeli Honda Brio didominasi oleh golongan pembeli mobil pertama (first-time buyer).

"LCGC itu kan jika di kami 70 persen itu first-time buyer," ungkap Billy.

Dalam struktur transaksi pasar LCGC, kebanyakan first-time buyer mengandalkan akomodasi angsuran dari lembaga pembiayaan (leasing) untuk melakukan pembelian kendaraan. Oleh lantaran itu, lonjakan suku kembang referensi berbanding lurus dengan beban nan kudu ditanggung konsumen.

Ketika suku kembang pinjaman merangkak naik dan inflasi menekan daya beli masyarakat, keahlian serta keputusan shopping golongan pembeli pertama ini langsung mengalami kontraksi secara signifikan.

Honda Brio di GIIAS 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

"Jadi jika suku kembang tinggi, itu memberikan impact sih memang. Daya beli melemah, itu memberikan impact besar sih," saya Billy.

Gak cukup tambah fitur

Melihat kondisi tersebut, HPM menilai bahwa penanganan segmen LCGC tidak bisa hanya mengandalkan pembaruan fitur alias estetika produk semata, melainkan butuh pendekatan dari sisi aksesibilitas finansial.

Honda terus berupaya merancang skema kepemilikan nan realistis dan terjangkau agar calon konsumen kelas LCGC ini tetap mempunyai keahlian untuk merealisasikan rencana pembelian mobil mereka.

Honda Brio Satya di pameran otomotif IIMS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan

"Bagaimana caranya agar dia bisa meningkatkan lagi daya belinya dengan mudah mempunyai kendaraannya, ya itu tadi, program penjualan nan betul-betul bisa meringankan konsumen ini untuk bisa mempunyai kendaraan," urai Billy.

Langkah komprehensif nan memadukan kelebihan produk dan keringanan pembiayaan ini diharapkan bisa menjaga ritme penjualan Brio di tengah bayang-bayang penurunan daya beli nasional.

Daftar Penjualan LCGC di semester 1

1. Toyota Calya: 17.121 unit

2. Daihatsu Sigra: 14.463 unit

3. Honda Brio Satya: 12.227 unit

4. Toyota Agya: 7.312 unit

5. Daihatsu Ayla: 4.383 unit.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan