Content creator dan influencer asal Malaysia, Isya Hisham, akhirnya buka bunyi usai menuai kritik lantaran mengunggah video cover lagu Rollerblade milik girl group Indonesia, no na.
Dalam video cover nan diunggahnya, Isya Hisham mengubah salah satu lirik lagu dari “Island girl from Indonesia” menjadi “Island girl from Malaysia”. Perubahan lirik tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial.
Banyak warganet Indonesia menilai lagu cover semestinya tidak perlu mengubah lirik asli, terutama pada bagian nan menyebut identitas Indonesia. Tak sedikit pula nan menganggap perubahan tersebut menghilangkan makna nan mau disampaikan dalam lagu.
Menanggapi kontroversi itu, Isya mengunggah video penjelasan sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada publik Indonesia.
“Saya tahu cover lagu saya baru-baru ini menjadi viral, terutama di kalangan orang Indonesia. Jujur saja, saya tidak menyangka bakal menjadi viral alias menarik begitu banyak reaksi negatif,” kata Isya.
Ia menjelaskan bahwa niat awalnya hanya mau meng-cover lagu nan sedang terkenal lantaran dirinya memang menyukai lagu tersebut.
“Niat saya nan sebenarnya hanyalah untuk meng-cover lagu tersebut lantaran saat ini merupakan salah satu lagu nan paling viral. Saya pribadi menyukainya seperti banyak orang Malaysia lainnya. Lagu ini catchy, menyenangkan, dan saya sering mendengarkannya,” tuturnya.
Isya mengaku baru menyadari bahwa perubahan lirik dari bahasa Indonesia ke bahasa Malaysia telah menyinggung sebagian pendengar. Ia pun meminta maaf atas tindakannya.
“Dari lubuk hati saya, saya betul-betul minta maaf jika itu menyinggung alias menyakiti semua orang. Itu sama sekali bukan niat saya. Melihat ke belakang, saya mengerti bahwa saya semestinya lebih peka dan berhati-hati,” ucapnya.
Lebih lanjut, Isya menegaskan bahwa dirinya maupun perusahaan rekamannya tidak pernah beriktikad menyatakan kepemilikan lagu Rollerblade. Menurutnya, nama pembuat dan pemilik lagu original juga telah dicantumkan pada unggahan cover tersebut.
Ia mengatakan perubahan lirik semata dilakukan sebagai corak ekspresi imajinatif sekaligus memberi sentuhan Malaysia pada lagu nan sedang viral.
“Sebagai seseorang nan lahir dan dibesarkan di Malaysia, saya pikir bakal menarik untuk menambahkan sentuhan Malaysia di dalamnya. Saya mengerti bahwa tidak semua orang melihatnya seperti itu,” ucap Isya.
Di akhir pernyataannya, Isya kembali meminta maaf kepada siapa pun nan merasa tersinggung. Ia juga mengaku telah belajar dari pengalaman tersebut dan berjanji bakal lebih berhati-hati saat membikin cover lagu di masa mendatang.
“Pada akhirnya, saya telah belajar dari pengalaman ini dan saya pasti bakal lebih berhati-hati di masa depan. Sekali lagi, saya betul-betul minta maaf kepada siapa pun nan merasa tersinggung dengan cover tersebut,” tutupnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·