Waka Komisi V: Diskon Tarif Transportasi Langkah Baik Presiden Gerakkan Ekonomi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras. Foto: MPR RI

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menilai program potongan nilai tarif transportasi nan menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi semester II-2026 dapat menjadi pendorong pergerakan ekonomi nasional.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar insentif perjalanan, tetapi juga instrumen pemerataan mobilitas nan berakibat pada aktivitas ekonomi masyarakat.

“Diskon tarif transportasi nan menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi semester-II tahun 2026 merupakan langkah baik nan dilakukan Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tentunya kebijakan ini patut diapresiasi,” kata Andi nan dikutip Sabtu (27/6).

Diskon tarif transportasi merupakan salah satu dari delapan kebijakan dalam paket stimulus ekonomi semester II-2026 nan disiapkan pemerintah atas pengarahan Presiden Prabowo Subianto. Program dengan total anggaran Rp 26,34 triliun itu bakal digulirkan secara berjenjang mulai Juli 2026 untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik.

Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp 1,54 triliun dialokasikan untuk sektor transportasi. Pemerintah memberikan potongan tarif hingga 30 persen untuk moda kereta api, kapal laut, dan pesawat pada periode libur sekolah 20 Juni-5 Juli 2026, serta kembali diberlakukan saat libur Natal dan Tahun Baru pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Iwan mengatakan program tersebut perlu dipandang lebih luas daripada sekadar mendorong konsumsi masyarakat. Menurutnya, akses transportasi nan lebih terjangkau bakal memperluas mobilitas masyarakat dan memperkuat aktivitas ekonomi di beragam daerah.

“Program ini mencerminkan upaya Pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

“Pendekatan atas pengarahan langsung Pak Prabowo ini membuktikan Pemerintah berupaya memastikan stabilitas ekonomi nasional,” lanjut Iwan.

Ia menilai meningkatnya mobilitas masyarakat bakal memberi pengaruh berganda terhadap beragam sektor, mulai dari pariwisata, perdagangan daerah, hingga pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Mobilitas nan lebih terjangkau bakal mendorong pergerakan sektor pariwisata, perdagangan daerah, UMKM, serta aktivitas ekonomi lokal nan selama ini berjuntai pada arus kunjungan masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Iwan, keberhasilan program potongan nilai transportasi tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat nan memanfaatkannya, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Momentum ini juga perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi biaya logistik dan transportasi nasional agar efisiensi nan tercipta tidak hanya berkarakter sementara pada masa stimulus, tetapi dapat bersambung menjadi peningkatan konektivitas nan lebih berkelanjutan,” papar Iwan.

Di sisi lain, Iwan menilai masyarakat sekarang semakin berhati-hati dalam membelanjakan uangnya di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global.

“Termasuk dalam pengeluaran untuk perjalanan dan aktivitas rekreasi,” terang politisi Gerindra tersebut.

Ia menjelaskan, biaya transportasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu komponen pengeluaran rumah tangga nan paling sensitif terhadap perubahan nilai energi, tarif operasional, maupun dinamika ekonomi global.

“Akibatnya, mobilitas masyarakat tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kebutuhan, tetapi juga oleh keahlian ekonomi masing-masing keluarga,” sebut Iwan.

Calon penumpang bersiap sebelum keberangkatan kereta api Kertajaya di peron Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Politikus Gerindra itu menilai, golongan kelas menengah menjadi kunci keberhasilan stimulus di sektor transportasi lantaran selama ini menjadi motor konsumsi domestik, meski sekarang juga menghadapi tekanan ekonomi.

“Selama ini kelas menengah menjadi motor utama konsumsi domestik, namun dalam beberapa waktu terakhir golongan ini juga menghadapi tekanan,” jelasnya.

“Mulai dari kenaikan beragam biaya kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga angsuran rumah tangga,” sambung Iwan.

Ia pun menegaskan bahwa potongan nilai tarif transportasi bukan hanya insentif perjalanan, tetapi juga corak kehadiran negara untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Ketika masyarakat tetap mempunyai biaya untuk melakukan perjalanan, berwisata, alias mengunjungi family di wilayah lain, maka aktivitas ekonomi di beragam sektor ikut bergerak,” ujar Legislator dari Dapil Sulawesi Selatan II itu.

Lebih lanjut, Iwan mendorong agar paket stimulus ekonomi tersebut dibarengi dengan langkah memperkuat fondasi ekonomi masyarakat agar manfaatnya tidak hanya berkarakter jangka pendek.

“Sebab tantangan terbesar ekonomi nasional saat ini bukan hanya mendorong konsumsi saja, melainkan juga dalam menjaga optimisme dan keahlian shopping masyarakat dalam jangka nan lebih panjang,” kata Iwan.

Ia juga mengingatkan seluruh operator transportasi agar tetap mengutamakan kualitas pelayanan selama program potongan nilai berlangsung.

“Perhatikan juga unsur keamanan dan kenyamanan pelayanan transportasi demi menjaga keselamatan masyarakat nan berpergian,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan