Ilmuwan Peringatkan El Nino Super Bisa Landa Dunia Akhir 2026

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

JAKARTA - Ilmuwan suasana memperingatkan kemungkinan munculnya “El Niño Super” pada akhir 2026, fase ekstrem dari pola cuaca El Niño nan berpotensi mendorong suhu dunia ke rekor tertinggi sepanjang sejarah. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis memanas jauh di atas normal, memicu perubahan besar pada angin dan curah hujan di seluruh dunia.

Dilansir The Guardian, model cuaca menunjukkan peluangnya sangat tinggi terjadinya "El Nino Super", dengan potensi akibat terasa hingga 2027.

Apa Itu El Nino Super?

El Niño adalah kejadian suasana alami nan ditandai dengan pemanasan permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur, nan biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan condong berjalan antara sembilan hingga 12 bulan. Selama tahun-tahun El Niño, angin pasat di area Pasifik, nan menghentikan aliran air dingin dari permukaan melemah alias berubah arah, menghentikan aliran air dingin dari permukaan dan mengakibatkan penumpukan air hangat.

Istilah "El Niño Super" digunakan untuk menunjukkan El Niño nan sangat kuat, di mana pemanasan suhu permukaan laut lebih tinggi dari 2°C di atas normal. Hal ini hanya terjadi beberapa kali sejak tahun 1950 dan hanya sekali suhu melonjak melewati 2,5°C. Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat memberikan kesempatan 50% bahwa El Niño nan kuat alias sangat kuat bakal berkembang antara November dan Januari.

Ancaman Iklim dan Kemanusiaan

Super El Niño berkedudukan sebagai “turbocharger” pemanasan dunia antropogenik, menambah panas nan sudah terakumulasi. Dampaknya termasuk kekeringan memperpanjang kebakaran rimba (Amerika Utara, Australia), angin besar tropis meningkat di Pasifik, dan penurunan hasil perikanan serta pemutihan terumbu karang. Gelombang panas ekstrem menakut-nakuti kesehatan, pertanian, dan infrastruktur, dengan 2027 berpotensi sebagai tahun terpanas.

Fenomena ini berupaya dimitigasi dengan pemantauan awal laut Pasifik oleh badan cuaca seperti NOAA dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta persiapan musibah global. Namun, keberlanjutan krisis suasana membikin El Niño berulang lebih intensif, meningkatkan gelombang bencana.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com