Ibu Hamil Pelihara Kucing, Benarkah Bisa Picu Keguguran? Ini Faktanya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ibu Hamil Pelihara Kucing, Benarkah Bisa Picu Keguguran? Ini Faktanya Ilustrasi memelihara kucing.(Dok. Magnific)

KEKHAWATIRAN mengenai akibat keguguran akibat memelihara kucing sering kali menghantui para ibu hamil. Namun, secara medis, kucing tidak secara langsung menyebabkan keguguran, melainkan adanya akibat jangkitan parasit tertentu nan perlu diwaspadai.

Risiko utama nan dikaitkan dengan kucing adalah Toxoplasma, sebuah parasit nan ditemukan dalam kotoran kucing dan dapat menyebabkan jangkitan toksoplasmosis. Berdasarkan info dari National Health Service (NHS), jangkitan ini umumnya tidak menunjukkan indikasi pada orang sehat, namun bisa berakibat serius jika terjadi selama masa kehamilan.

Bahaya Toksoplasmosis pada Kehamilan

Toksoplasmosis dapat menular melalui kontak dengan kotoran kucing nan terinfeksi, tanah nan terkontaminasi, alias konsumsi daging mentah. Jika seorang ibu mengandung terinfeksi, parasit ini berisiko menyebabkan keguguran alias komplikasi serius pada bayi dalam kandungan.

Gejala jangkitan ini sering kali menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Pada kasus nan lebih berat, penderita dapat mengalami penglihatan kabur hingga gangguan berjalan. Bayi nan terinfeksi sejak dalam kandungan mungkin tidak menunjukkan indikasi saat lahir, tetapi berisiko mengalami masalah kesehatan di kemudian hari.

Langkah Pencegahan bagi Ibu Hamil

NHS menegaskan bahwa toksoplasmosis tidak menular hanya dengan membelai kucing. Untuk tetap kondusif memelihara kucing saat hamil, berikut adalah langkah-langkah pencegahan nan disarankan:

  • Hindari membersihkan kotak pasir kucing secara langsung. Jika terpaksa, gunakan sarung tangan sekali pakai dan bersihkan wadah setiap hari.
  • Gunakan sarung tangan saat bertani untuk menghindari kontak dengan tanah nan mungkin terkontaminasi kotoran kucing.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun setelah bertani alias menyentuh area nan berisiko terkontaminasi.
  • Pastikan buah dan sayuran dicuci hingga betul-betul bersih sebelum dikonsumsi.
  • Masak daging hingga matang sempurna dan hindari konsumsi daging mentah.
  • Jaga kebersihan peralatan dapur seperti pisau dan talenan setelah digunakan untuk mengolah daging mentah.

Kucing tidak secara langsung menyebabkan keguguran. Risiko nan perlu diperhatikan adalah jangkitan toksoplasmosis, terutama jika terjadi selama kehamilan.  NHS juga menegaskan bahwa toksoplasmosis tidak tertular hanya lantaran membelai kucing alias mempunyai kucing sebagai hewan peliharaan

Dengan menjaga kebersihan dan mengikuti protokol kesehatan, ibu mengandung tetap dapat memelihara kucing tanpa kudu merasa resah berlebihan terhadap akibat keguguran. (National Health Service/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia