"Hantu" Bikin Pening Pengusaha China, Pemerintah Turun Gunung

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pengusaha makanan di China sekarang sedang pening menghadapi "hantu". Ini merujuk ke pedagang fiktif nan menjadi saingan upaya mereka, membikin mereka makin resah, dan terus merugi.

Persaingan ketat di antara aplikasi pengiriman makanan telah menyebabkan penyebaran pedagang fiktif nan tidak mempunyai tempat makan secara fisik. Mereka apalagi tidak higienis serta mengabaikan peraturan keamanan pangan sembari berpura-pura sebagai "restoran biasa" secara online.

Mengutip AFP, "hantu-hantu" itu sering beraksi dari gedung tempat tinggal. Mereka juga menggunakan izin upaya sewaan alias perincian tiruan untuk terdaftar di platform pengiriman.

The State Administration for Market Regulation (SAMR) China apalagi mencatat telah mendenda sekitarnya tujuh platform e-commerce utama dengan total 3,6 miliar yuan (US$ 532 juta) pada April lalu. Ini semua lantaran pengiriman fiktif.

Karenanya, sekarang pemerintah China turun gunung. Pemerintah membikin patokan baru di mana penjual makanan di platform pengiriman makanan di China memang kudu mempunyai toko bentuk dan menunjukkan label tertentu jika mereka menawarkan jasa makan di tempat.

Peraturan baru juga mewajibkan platform pengiriman untuk meninjau pedagang nan terdaftar, setidaknya setiap enam bulan sekali untuk memastikan mereka sah dan mempunyai izin upaya nan benar. Sehingga mengalihkan lebih banyak tanggung jawab untuk keamanan pangan kepada aplikasi.

Platform juga bakal menghadapi denda antara satu hingga 10 kali pendapatan tahunan mereka untuk pelanggaran. Di sisi lain, pedagang menghadapi balasan maksimal 200.000 yuan (Rp 454 juta) jika mereka melanggar peraturan.

"Kami bakal meningkatkan visibilitas dalam aplikasi bagi pedagang nan menerapkan 'dapur transparan'," kata seorang perwakilan platform Taobao, dikutip Senin (1/6/2026).

Sementara itu, Direktur Keamanan Pangan SAMR, Sun Huichuan mengatakan platform pengiriman makanan tidak boleh hanya berfokus pada mengumpulkan komisi. Tetapi juga kudu memfokuskan pada kualitas makanan.

"Platform pengiriman makanan... tidak bisa hanya mengumpulkan komisi tanpa bertanggung jawab, dan tidak bisa hanya konsentrasi pada trafik sembari mengabaikan kualitas," kata Sun Huichuan, tetap dilansir laman nan sama.

"Platform pengiriman makanan kudu betul-betul memikul tanggung jawab utama sebagai 'penjaga gerbang' keamanan pangan dalam industri pengiriman makanan," terang Sun.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News