Investor Kripto Capai 21 Juta Orang, Industri Aset Digital Terus Bertumbuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Investor Kripto Capai 21 Juta Orang, Industri Aset Digital Terus Bertumbuh Ilustrasi(Dok Istimewa)

INDUSTRI aset digital Indonesia kembali mendapat tambahan pemain baru dengan peluncuran JAM Coin, sehari setelah aset tersebut resmi masuk Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD) Bursa berasas hasil pertimbangan Komite Bursa dan keputusan Direksi Bursa.

Kehadiran JAM Coin tidak hanya menambah daftar aset digital nan dapat diperdagangkan, tetapi juga membawa konsep pengembangan ekosistem berbasis blockchain nan terintegrasi dengan aktivitas ekonomi riil. Token nan bisa diakses melalui situs coin.jamindonesia.com tersebut dirancang sebagai utility token nan dapat digunakan dalam beragam jasa premium dan aktivitas transaksi di dalam ekosistem JAM.

CEO JAM Andre Arthur mengatakan JAM Coin dikembangkan untuk mempunyai kegunaan nan lebih luas dibanding sekadar instrumen investasi digital. “Di dalam ekosistem JAM terdapat beragam fitur dan jasa premium nan menggunakan JAM Coin sebagai perangkat transaksi. Karena itu, token ini tidak hanya mempunyai nilai perdagangan, tetapi juga utilitas nan dapat dirasakan langsung oleh penggunanya,” ujar Andre saat peluncuran JAM Coin pada aktivitas berjudul Just A Move Begins, di Serang, Banten.

Menurutnya, kekuatan utama JAM Coin terletak pada integrasi beragam unit upaya nan menjadi fondasi ekosistem sehingga bisa menciptakan nilai ekonomi berkepanjangan bagi pengguna dan masyarakat.

Ia berambisi melalui pendekatan nan menghubungkan blockchain, jasa digital, koperasi, dan sektor produktif desa, JAM Coin dapat menjadi contoh pengembangan aset digital nan tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga bisa mendorong inklusi ekonomi dan mempercepat mengambil blockchain di Indonesia.

Potensi pengembangan ekosistem ini didukung oleh pelaku industri aset digital nasional. Head of Business Development Mobee Exchange Hery Hermawan menilai pertumbuhan penanammodal aset digital di Indonesia membuka kesempatan besar bagi utility token nan mempunyai faedah nyata. “Jumlah penanammodal mata uang digital di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang. Angka itu apalagi melampaui jumlah penanammodal pasar saham. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat pada aset digital nan mempunyai faedah nyata dalam sebuah ekosistem,” kata Hery.

Ia menambahkan tren investasi digital sekarang mulai bergeser. Investor tidak lagi hanya mencari potensi untung dari kenaikan nilai aset, tetapi juga mempertimbangkan nilai utilitas dan faedah nan dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Pandangan serupa disampaikan Vice President GudangKripto Alexander Pattiasina. Menurutnya, keberadaan model upaya nan jelas menjadi aspek krusial dalam membangun kepercayaan terhadap sebuah aset digital.

“Investor tentu memandang potensi keuntungan, tetapi nan tidak kalah krusial adalah adanya esensial nan kuat dan arah pengembangan nan terukur. JAM Coin dibangun di atas fondasi upaya nan nyata sehingga mempunyai prospek nan dapat dipahami masyarakat dan investor,” ujarnya.

Menariknya, pengembangan ekosistem JAM Coin tidak hanya berfokus pada sektor digital. Penggagas sekaligus Komisaris JAM Coin Johan Aripin Muba mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membangun jaringan koperasi melalui program JAM Center Indonesia sebagai jembatan antara teknologi blockchain dan pemberdayaan ekonomi desa.

Program tersebut bakal diarahkan untuk mendukung sektor peternakan dan ketahanan pangan melalui penguatan koperasi desa, penyediaan sarana produksi, hingga pembangunan rantai pengedaran hasil upaya masyarakat.
“JAM Coin dirancang untuk tumbuh seiring aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin besar produktivitas nan tercipta di dalam ekosistem, semakin besar pula nilai nan dapat dibangun bersama. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pembuatan faedah ekonomi nan nyata bagi masyarakat,” kata Johan.

Ia menegaskan masa depan industri aset digital tidak hanya ditentukan aktivitas perdagangan, melainkan juga kemampuannya menciptakan akibat ekonomi nan dapat dirasakan secara langsung.

“Kami percaya masa depan aset digital tidak hanya ditentukan aktivitas perdagangan, tetapi juga oleh seberapa besar faedah untuk masyarakat. JAM Coin datang sebagai bagian dari transformasi itu nan menghadirkan teknologi dekat dengan kebutuhan rakyat serta bisa menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan,” tuturnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia