Gara-Gara Bakar Sampah, 20 Hektare Lahan di NTT Terbakar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gara-Gara Bakar Sampah, 20 Hektare Lahan di NTT Terbakar ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa kelalaian akibat aktivitas pembakaran sampah diduga kuat menjadi pemicu utama kebakaran lahan di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden ini dilaporkan telah menghanguskan areal vegetasi seluas kurang lebih 20 hektare.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa kondisi cuaca nan sangat kering di wilayah tersebut, ditambah dengan embusan angin kencang, menjadi aspek nan mempercepat rembetan api. Hal ini menyebabkan api dengan sigap meluas ke area di sekitarnya.

Kronologi dan Lokasi Terdampak

Berdasarkan laporan nan diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, kobaran api mulai terdeteksi melahap hamparan lahan kering sejak Kamis (11/6) siang. Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran penduduk setempat lantaran titik api nan terus mendekat ke arah pemukiman.

Kebakaran tersebut melanda wilayah manajemen dua desa di Kecamatan Sabu Tengah, yaitu:

  • Desa Eimau
  • Desa Eilode

"Hasil kaji sigap BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan tim campuran mengungkap penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari sisa pembakaran sampah, nan kemudian terbawa angin, sehingga menyebar dan memicu kebakaran luas," ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (15/6).

Upaya Pemadaman dan Kolaborasi Tim Gabungan

Merespons laporan kedaruratan tersebut, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua segera dikerahkan ke letak kejadian. Tim reaksi sigap melakukan upaya lokalisasi agar api tidak merembet lebih jauh ke akomodasi umum maupun rumah warga.

Operasi pemadaman ini melibatkan kerjasama aktif dari beragam unsur, antara lain:

  • Personel TNI dan Polri
  • Instansi Pemerintah Daerah terkait
  • Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) bimbingan setempat

Peringatan BNPB: Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah alias membuka lahan dengan langkah dibakar secara sembarangan. Kombinasi angin kencang dan vegetasi kering sangat rentan memicu kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan susah dikendalikan.

Sebelumnya, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan awal mengenai potensi angin kencang di wilayah NTT nan dapat meningkatkan akibat karhutla. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berkuasa jika memandang titik api di wilayah mereka guna mencegah kerusakan lingkungan nan lebih luas. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia