Ekonomi Malut Tumbuh 19,6% di Q1 2026, Gubernur Shely Ungkap Pemicunya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tetap menjadi nan tertinggi di Indonesia. Adapun, pada kuartal I 2026, ekonomi provinsi tersebut tercatat tumbuh sebesar 19,6% secara tahunan nan ditopang oleh perkembangan industri hilirisasi mineral, khususnya nikel.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan capaian tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya nan mencapai sekitar 34% secara tahunan. Namun, nomor tersebut tetap menunjukkan keahlian ekonomi nan sangat kuat.

"Ya, tahun lampau kita year-on-year kan 34%, ya. Tahun 2026 ini kuartal 1, 19,6%. Sebagian besar dari industri hilirisasi, khususnya di nikel. Ya, sudah ada industri hilirisasi nan sudah mulai berjalan," kata Sherly kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (12/6/2026).

Menurut dia, keberhasilan Maluku Utara menjaga laju pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari meningkatnya investasi dan aktivitas pengolahan mineral di dalam negeri. Setidaknya, area industri berbasis nikel nan berkembang pesat telah menciptakan nilai tambah nan lebih besar dibandingkan hanya mengekspor bahan mentah.

Pada tahap awal, industri pengolahan nikel di Maluku Utara banyak menghasilkan feronikel melalui teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Namun dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan industri terus bergerak ke produk dengan nilai tambah lebih tinggi melalui teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL).

"Kemudian belakangan muncul teknologi baru, H-PAL, menghasilkan nikel sulfur. Salah satu bahan untuk baterai. Dan tahun ini juga sudah dibuka pabrik baterai. Menghasilkan memproduksi baterai sel untuk menyimpan energi. Bukan hanya untuk baterai mobil listrik, tetapi juga untuk penyimpanan daya terbarukan. Dan potensinya tetap sangat besar ke depan," kata dia.

Ia pun menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Maluku Utara tidak hanya menjadi pusat hilirisasi mineral, tetapi juga mulai mengambil peran krusial dalam ekosistem daya masa depan.

"Saya merasa Maluku Utara ada di peta daya terbarukan nan sangat strategis, ya. Dan tetap banyak potensi nan besar di masa depan. Ini baru beginning, baru awal. Kita baru mulai dari hilirisasi nan melangkah di Maluku Utara," katanya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News