Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah semakin dalam pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Merujuk info Refinitiv, per pukul 09.26 WIB, rupiah melemah 0,39% ke level Rp17.900/US$. Level ini sekaligus menjadi all time low terbaru bagi rupiah terhadap greenback.
Setelah menembus level psikologis Rp17.900/US$, rupiah sekarang semakin mendekati level psikologis berikutnya di Rp18.000/US$.
Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengungkapkan ada dua aspek nan membikin nilai tukar rupiah melemah saat ini.
Dari sisi ekternal, ketidakpastian tensi geopolitik di Timur Tengah tetap berlanjut. Lalu US Dollar Index (DXY) menguat setelah rilis info pasar tenaga kerja AS terbaru nan mengindikasikan resiliensi ekonomi AS sehingga ekspektasi the Fed bakal condong hawkish tahun ini meningkat. Artinya ruang pemotongan Fed rate terus mengecil.
"Dari dalam negeri, pola musiman pada kuartal kedua tetap berlanjut. Pembayaran return dan kembang dari aset finansial domestik serta ULN tetap bersambung di Juni ini," kata Faisal kepada CNBC Indonesia.
Lalu, dia menilai surplus perdagangan condong terus menurun di tengah kebijakan pro-growth nan meningkatkan permintaan impor serta naiknya nilai barang-barang impor di tengah shock pada dunia supply chain alias pasokan global.
Kendati penuh gejolak, dia memandang rupiah belum bakal menembus level Rp 18.000/US$, dengan catatan kondisi globalnya tetap stabil. Dia memastikan bakal terus memantau kondisi dunia saat ini.
"Kita pantau terus dulu ya. Kalau globalnya tidak terus membaik maka memang bakal ada risiko," katanya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·