Doa saat Memandang Kaamp;rsquo;bah di Masjidil Haram

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Doa saat Memandang Ka’bah di Masjidil Haram

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

JAKARTA — Melihat Kakbah untuk pertama kali menjadi momen nan susah dilukiskan dengan kata-kata. Banyak nan langsung meneteskan air mata, gemetar lantaran suka cita, ada juga nan terdiam lantaran rasa haru nan meluap.

Bangunan suci ini adalah kiblat seluruh kaum Muslimin, arah sujud jutaan manusia dari beragam penjuru bumi setiap hari, dan melihatnya langsung dari dekat memberikan emosi nan susah dilukiskan bagi kebanyakan umat Muslim.

Dilansir dari MUI Digital, dalam kitab Al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah mencatat sebuah riwayat sabda nan menceritakan bahwa ketika Rasulullah memandang Kakbah, angan inilah nan dibaca:

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرًّا

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kepada rumah ini (Ka’bah) kemuliaan, keagungan, dan kewibawaan. Dan tambahkanlah kepada orang nan menunaikan haji alias umrah kepadanya kemuliaan, keagungan, penghormatan, dan kebaikan.” (Al-Mushannaf [Riyadh: Maktabah ar-Rusyd], juz 6, h. 81)

Selain itu, terdapat juga lafaz angan lain nan dibaca oleh seorang tabi’in, Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika memasuki Masjidil Haram dan memandang Kakbah, beliau membaca angan berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah nan Maha Sejahtera, dari-Mulah segala keselamatan, maka hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan.”

Riwayat ini juga disebutkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf dan al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra, dengan sanad nan dinilai sahih.

Doa ini sangat masyhur dibaca oleh umat Islam Indonesia setiap selesai shalat fardu, meskipun ditambahkan dengan sedikit lafaz lainnya. Karenanya, lafaz nan dibaca tampak sangat familiar.

Doa nan singkat ini secara jelas memohon keselamatan kepada Allah. Karena siapa pun nan memahami prinsip hidup bakal tahu bahwa kebutuhan terbesar manusia bukanlah soal kekayaan materi, tetapi keselamatan. Selamatnya ketaatan dari kesesatan, selamatnya hati dari kerasnya jiwa, selamatnya badan dari musibah, selamatnya family dari keretakan, dan selamatnya akhir hidup dengan husnul khatimah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com