Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan bahwa nilai minyak goreng rakyat Minyakita tetap dalam kondisi terkendali, meski ada sejumlah keluhan terkati nilai di sejumlah daerah.
Dia menunjukan bahwa nilai Minyakita nan tertera dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) tetap menunjukan nomor nan normal.
"Nah kan Rp 15.500-an, malah lebih rendah dari kemarin. Makanya cek dulu di SP2KP, itu kan cek lapangan," kata Budi Santoso, meskipun dia memandang ada kenaikan nilai sedikit di wilayah Papua, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya di wilayah Indonesia bagian timur memang kerap mencatatkan nilai Minyakita lebih tinggi, lantaran aspek distibusi.
Stok Minyakita juga disebut tetap aman, dan tidak ada terlihat gejolak peningkatan nilai dalam SP2KP. Namun untuk memastikan kondisi nilai Minyakita pihaknya bakal terus menjalankan operasi pasar.
"Operasi pasar kan sering terus dilakukan tuh, berbareng dengan Bapanas," kata Budi Santoso.
Menurut nilai dalam SP2KP, nilai Minyakita dilihat pada hari ini, Kamis (21/5/2026) pukul 17.00, berada pada Rp 15.857 per kilogram, secara rata-rata nasional. Dari peta nan ditampilkan banyak wilayah di Indonesia nan tetap mencatatkan nilai Rp 15.000 - Rp 16.000 per kilogram, hanya saja di Maluku Utara tercatat hingga Rp 19.387, Maluku Rp 17.956 per kilogram. Wilayah Papua mencatatkan nilai Rp 21.000 - 40.000 per kilogram.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·