Demo Mahasiswa UI Dekat Bundaran HI Selesai, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Konferensi Pers oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto usai penyelenggaraan tindakan Demo di depan Plaza UOB, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Massa Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) nan menggelar tindakan demo di area Plaza UOB, Jakarta Pusat, membubarkan diri pada sore sekitar pukul 18:00 WIB. Mereka bercempera dengan kondusif dan tertib.

Usai massa membubarkan diri, polisi mulai membuka Jalan dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI.

Kendaraan roda dua dan roda empat nan sebelumnya dialihkan sekarang dapat melintas dengan normal. Begitu juga Transjakarta nan dapat melintasi area tersebut secara normal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, nan menyampaikan beberapa perihal usai membubarkan diri. Salah satunya adalah apresiasi lantaran penyampaian pendapat dapat dilakukan dengan tertib.

"Pada malam hari ini, kami mau menyampaikan bahwa penyelenggaraan penyampaian aspirasi di depan umum sudah selesai dilaksanakan, melangkah kondusif dan kondusif. Kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa nan pada hari ini sudah menyampaikan aspirasinya dan semua melangkah kondusif," kata Budi kepada wartawan, Selasa (18/8).

Meski begitu, Budi juga mengungkap adanya temuan barang tajam dalam pengamanan tindakan tersebut. Satgas Gakkum menemukan satu bilah pisau nan dibawa oleh seorang oknum berinisial AM.

"Tetapi dalam proses penyelenggaraan aksi, ada temuan oleh Satgas Gakkum, ditemukan satu buah bilah pisau nan dibawa oleh oknum berinisial AM, ini tetap didalami," ujarnya.

Momen peserta tindakan demo Mahasiswa Universitas Indonesia mulai membubarkan dari Plaza UOB, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Selain pisau, polisi juga menemukan satu buah golok di dalam ambulans. Budi mengatakan barang tersebut ditemukan setelah petugas mencurigai sebuah ambulans nan melintas dan kemudian melakukan pemeriksaan.

"Yang satu lagi, satu buah golok nan dibawa oleh pengemudi ambulans," kata Budi.

Meski mendapat info bahwa pisau itu dibawa oleh oknum mahasiswa, dia tetap mendalami kebenarannya.

"Ya, tadi kami sampaikan bahwa pisau ini oknum salah satu mahasiswa, ini tetap didalami apakah ada niat sengaja alias tidak sengaja membawa pisau," ujar Budi.

"Terkait golok, ditemukan pada saat ada ambulans melintas, dicurigai, digeledah, rupanya ada (golok) di sebelah bangku dari pengemudi ambulans. Nah tujuannya apa membawa golok menggunakan ambulans?" tambah Budi.

Budi mengimbau seluruh peserta tindakan maupun masyarakat agar tidak membawa barang rawan selama demo berlangsung. Menurutnya, keberadaan barang tajam dapat membahayakan petugas, massa aksi, maupun masyarakat di sekitar lokasi.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh peserta aksi, barang-barang berbahaya, barang-barang barang tajam, ini tidak boleh dibawa pada saat melaksanakan aksi. Kita sama-sama membikin suasana penyampaian pendapat ini tertib, aman, dan nyaman," ujarnya.

Selain temuan barang tajam, Budi menyampaikan bahwa sempat terjadi hambatan arus lampau lintas akibat tindakan massa. Polisi kemudian melakukan rekayasa lampau lintas dengan membuka jalur busway dan mengarahkan kendaraan melalui jalur alternatif.

"Tadi memang kita lihat bersama, kami juga minta maaf kepada seluruh masyarakat sempat ada hambatan mengenai tentang arus lampau lintas, tiba-tiba terjadi stuck. Tetapi kita coba membikin rekayasa lampau lintas, membuka jalur busway dengan membikin alur jalur pengganti lainnya ke wilayah-wilayah alternatif. Tapi alhamdulillah semua juga bisa melangkah dengan baik," kata Budi.

Suasana tindakan Demo Mahasiswa Universitas Indonesia nan tertahan di depan Plaza UOB, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Polisi memilih tidak mengizinkan massa melanjutkan tindakan hingga Bundaran HI lantaran area tersebut dinilai sebagai salah satu pusat aktivitas krusial di Jakarta.

Menurutnya, Bundaran HI merupakan pusat perekonomian, pusat perbelanjaan, moda transportasi, hingga letak sejumlah konsulat negara asing. Penggunaan area tersebut untuk tindakan dinilai berpotensi menimbulkan akibat lampau lintas nan lebih luas.

"Bundaran HI itu merupakan center of gravity Indonesia. Pusat-pusat perbelanjaan, pusat perekonomian, ada moda transportasi termasuk ada konsulat negara-negara asing," ujar Budi.

Dia menjelaskan, andaikan terjadi stagnasi lampau lintas di area Bundaran HI, dampaknya dapat menjalar ke sejumlah ruas jalan lain, seperti Patung Kuda, Semanggi, dan Sudirman hingga Slipi dan Gatot Subroto.

"Apabila terjadi stagnasi arus lampau lintas di wilayah Bundaran HI, ini bakal membikin kemacetan sampai Patung Kuda, Semanggi, dan Sudirman. Itu bukan berakibat hanya jalur arteri lain termasuk Slipi dan Gatot Subroto. Ini bakal melumpuhkan Jakarta andaikan HI digunakan sebagai tempat penyelenggaraan penyampaian aspirasi," katanya.

Sementara itu, tindakan mahasiswa UI tersebut membawa delapan tuntutan utama, ialah pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme hingga penurunan nilai bahan pokok dan BBM.

Setelah seluruh rangkaian tindakan selesai dan massa membubarkan diri, situas di sekitar Plaza UOB dan Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran HI berangsur normal. Aparat campuran tetap melakukan pengamanan untuk memastikan kondisi tetap kondusif dan kondusif.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan