Serang -
Pemerintah Provinsi Banten menyampaikan laporan suspek kasus campak sudah menyentuh nomor 4.456. Dari nomor tersebut, sebanyak 157 kasus dinyatakan positif campak, sementara 82 lainnya negatif.
Menurut info Dinas Kesehatan Provinsi Banten, terdapat enam pasien balang nan meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan kasus balang di Banten bisa terus meningkat. Hal ini mengingat tetap ada 2.274 spesimen nan sedang menunggu hasil uji laboratorium.
"Penyakit balang telah menyebabkan kematian di tiga wilayah utama, Kabupaten Tangerang 4 orang meninggal dunia. Kota Tangerang Selatan 1 orang meninggal dunia. Kabupaten Serang 1 orang meninggal dunia," kata Ati, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fenomena 'gunung es' info tertunda, kondisi di lapangan bisa jauh lebih parah dari info nan ada lantaran kasus pending 2.274 spesimen tetap menunggu hasil laboratorium. Konfirmasi positif baru 157 kasus nan sudah terverifikasi dari hasil lab nan keluar," sambungnya.
Menurut dia, peningkatan ini dipicu oleh tiga faktor. Pertama, tingginya mobilitas masyarakat di masa Lebaran kemarin mempermudah penyebaran virus nan sangat menular ini. Kedua disparitas cakupan imunisasi nan belum merata, di mana beberapa wilayah mempunyai cakupan di bawah herd immunity (<95%).
"Dan adanya misinformasi alias hoaks vaksin. Keraguan sebagian masyarakat terhadap keamanan vaksin akibat info nan salah menyebabkan penolakan imunisasi," katanya
Saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, berbareng dengan Dinkes Kabupaten dan Kota menggiatkan imunisasi balang kepada balita dan anak. Dengan penanganan ini, ditargetkan anak usia sembilan bulan hingga 59 bulan sudah mendapat imunisasi campak.
"Vaksin ORI Campak (Outbreak Response Immunization) Campak adalah imunisasi massal darurat untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) alias pandemi penyakit menular balang di wilayah tertentu. Tujuannya memutus rantai penularan, wajib bagi anak-anak usia sasaran tanpa memandang status imunisasi sebelumnya," katanya.
Tonton juga video "Kemenkes Klaim Kasus Campak Turun 93%, Pengawasan Tetap Ketat"
(aik/idn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·