Cuci Muka Pakai Air Dingin, Benarkah Lebih Baik untuk Kulit?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Cuci Muka Pakai Air Dingin, Benarkah Lebih Baik untuk Kulit? Foto: Shutterstock

Membasuh wajah dengan air dingin sering dianggap sebagai trik sederhana untuk membikin kulit terasa lebih segar. Sensasinya memang menenangkan, apalagi di pagi hari saat wajah tetap tampak sembap alias setelah seharian berada di ruangan ber-AC.

Tak heran, kebiasaan ini cukup terkenal di media sosial dan sering dikaitkan dengan beragam manfaat, mulai dari membikin wajah terlihat lebih segar, membantu mengurangi bengkak, sampai bikin pori-pori tampak lebih rapat.

Secara umum, ada argumen kenapa air dingin terasa nyaman di kulit. Dilansir Healthline, air dingin bisa membantu mengurangi tampilan bengkak dan kemerahan sementara pada wajah.

Efek ini terjadi lantaran suhu dingin membikin pembuluh darah di permukaan kulit menyempit, sehingga wajah bisa terlihat sedikit lebih tenang dan tidak terlalu sembap, terutama di area bawah mata. Itulah sebabnya, air dingin sering terasa membantu setelah kurang tidur, lenyap menangis, alias ketika wajah terasa panas dan lelah.

Bagi sebagian orang, terutama nan kulitnya mudah memerah, air dingin juga terasa lebih nyaman dibanding air panas. Pada kulit nan rentan rosacea alias flushing, air panas bisa memicu pelebaran pembuluh darah dan membikin kemerahan semakin jelas.

Sementara itu, air nan lebih sejuk condong memberi pengaruh menenangkan. Namun, meski sensasi segarnya terasa nyata, faedah air dingin untuk kulit sebenarnya lebih banyak berkarakter sementara dan bukan berfaedah otomatis lebih baik untuk semua kebutuhan kulit.

Air dingin memang menyegarkan, tapi belum tentu paling efektif membersihkan wajah

Air dingin memang menyegarkan, tapi belum tentu paling efektif membersihkan wajah. Foto: Shutterstock

Di kembali sensasi segarnya, air dingin bukan selalu pilihan terbaik untuk mencuci wajah. Ternyata, air dingin bisa membikin minyak, sisa sunscreen, alias makeup lebih susah terangkat sempurna dari kulit.

Artinya, jika Anda memakai complexion, sunscreen tebal, alias punya kulit condong berminyak, membasuh wajah dengan air dingin saja mungkin tidak cukup untuk membersihkan kulit secara optimal. Wajah memang terasa segar, tetapi bukan berfaedah betul-betul bersih.

Di sisi lain, air panas juga bukan jawaban. Mencuci wajah dengan air nan terlalu panas justru bisa mengganggu skin barrier lantaran mengikis minyak alami kulit dan membikin wajah terasa lebih kering, tertarik, alias sensitif.

Karena itu, banyak dermatolog lebih menyarankan air hangat kuku sebagai pilihan paling aman. Suhu ini dianggap cukup nyaman untuk membantu meluruhkan kotoran dan minyak, tetapi tidak terlalu keras bagi kulit.

Ada satu lagi dugaan nan sering muncul: air dingin bisa mengecilkan pori-pori. Faktanya, pori-pori tidak betul-betul membuka dan menutup seperti pintu. nan bisa berubah hanyalah tampilannya.

Saat wajah dibilas air dingin, kulit mungkin terasa lebih kencang dan segar, sehingga pori-pori tampak sedikit lebih samar. Namun pengaruh ini hanya sementara, bukan perubahan permanen pada ukuran pori.

Jadi, kapan sebaiknya pakai air dingin dan kapan cukup air hangat kuku?

Air dingin memang menyegarkan, tapi belum tentu paling efektif membersihkan wajah. Foto: Shutterstock

Kalau Anda menyukai sensasi air dingin, tidak ada salahnya tetap menggunakannya, terutama untuk menyegarkan wajah di pagi hari, membantu mengurangi rasa sembap, alias menenangkan kulit nan terasa panas. Air dingin juga bisa jadi bilasan terakhir setelah mencuci wajah dengan cleanser.

Namun, untuk rutinitas cuci muka sehari-hari, terutama di malam hari setelah beraktivitas, air hangat kuku condong lebih direkomendasikan lantaran lebih seimbang: cukup efektif membantu membersihkan kulit, tetapi tetap ramah untuk skin barrier.

Jadi, suhu air memang berpengaruh, tetapi bukan satu-satunya perihal nan menentukan kesehatan kulit. Cara mencuci wajah juga tak kalah penting: pilih cleanser nan lembut, jangan menggosok wajah terlalu keras, cukup cuci muka dua kali sehari, dan jangan lupa aplikasikan pelembap setelahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan