
Dua pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
ASSEN — Gelombang panas ekstrem nan melanda Eropa pekan ini mengubah jalannya rangkaian balapan di MotoGP Belanda 2026. Suhu udara di Sirkuit Assen, Belanda, melonjak hingga di atas 35 derajat celcius pada hari Jumat, 26 Juni 2026, menciptakan kondisi lintasan nan mirip dengan MotoGP India 2023.
Situasi ini membikin pembalap tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memperingatkan sesi kualifikasi pada hari Sabtu ini, (27/6/2026) bakal menjadi sangat krusial, apalagi urgensinya disamakan dengan pentingnya kualifikasi di GP Monako pada arena Formula 1 (F1). Memulai balapan dari barisan depan menjadi nilai meninggal demi menghindari akibat kecelakaan akibat udara panas dari motor pembalap lain.
1. Ancaman Overheat Ban
Menurut Bagnaia, temperatur sirkuit nan sangat tinggi menjadi penyebab utama banyaknya pembalap nan tumbang pada sesi latihan Jumat sore, termasuk kecelakaan dahsyat nan menimpa duo Gresini Racing, Alex Marquez dan Fermin Aldeguer, hingga Jorge Martin. Suhu panas ekstrem ini membikin ban depan dan belakang sigap aus serta kehilangan cengkeraman seiring bertambahnya jumlah putaran.
"Jika Anda memulai balapan di depan, situasi bakal baik-baik saja. Namun, jika Anda berada di belakang pembalap lain, Anda bakal menghadapi masalah besar dengan ban depan (karena paparan suhu panas dari knalpot motor di depan). Karena itu, saya mau tampil sangat sigap di kualifikasi," ujar Bagnaia, mengutip dari Crash, Sabtu (27/6/2026).
Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
Pembalap Ducati tersebut sempat mengalami sesi latihan nan dramatis bak roller-coaster. Setelah catatan waktu pertamanya dibatalkan akibat bendera kuning, sesi latihan apalagi sempat dihentikan (red flag) menyusul kecelakaan Alex Marquez di Tikungan 12.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·