Ribuan pembimbing menggelar tindakan demonstrasi nan berujung bentrok dengan polisi di Kota Meksiko, Meksiko, pada Senin (1/6/2026). Kekcauan ini menambah tekanan terhadap pemerintah di tengah detik-detik pagelaran Piala Dunia FIFA 2026. (REUTERS/Luis Cortes)
Para pembimbing nan tergabung dalam serikat Koordinasi Nasional Pekerja Pendidikan Meksiko (CNTE) berbanjar menuju alun-alun Zocalo untuk menuntut kenaikan bayaran dan perbaikan sistem pensiun, sembari mengusung slogan, “Jika tidak ada solusi, bola tidak bakal bergulir". (REUTERS/Luis Cortes)
Kekacauan terjadi saat pembimbing berhadapan dengan abdi negara keamanan di sekitar area nan tengah dipersiapkan sebagai letak "Festival Penggemar FIFA" menjelang "Piala Dunia FIFA 2026". Kericuhan terlihat di mana para demonstran mendorong dan memukul penghalang logam nan dipasang polisi. (REUTERS/Luis Cortes)
Aparat kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Seorang pembimbing berjulukan Octavio Romero mengaku mengalami luka di bagian wajah setelah sebuah perangkat nan ditembakkan polisi mengenainya secara langsung. (REUTERS/Luis Cortes)
Para pemimpin serikat menyatakan bentrok tersebut mencerminkan kekecewaan terhadap pemerintah nan dinilai belum memberikan tanggapan memadai atas tuntutan mereka. Aksi mogok nasional tanpa pemisah waktu nan digelar CNTE menuntut perbaikan kondisi kerja serta peningkatan tunjangan bagi para guru. (REUTERS/Luis Cortes)
Protes ini semakin menambah tantangan bagi pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum di tengah persiapan Meksiko menjadi tuan rumah berbareng Piala Dunia 2026 nan bakal dimulai pada 11 Juni mendatang berbareng Amerika Serikat (AS) dan Kanada. (REUTERS/Luis Cortes)
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·