Cadangan BBM Indonesia 20 Hari, Setelah Itu Habis? Ini Faktanyaamp;nbsp;

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

JAKARTA - Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia tetap cukup untuk 20 hari ke depan. Cadangan BBM ini dibahas di tengah memanasnya bentrok Timur Tengah.

Masyarakat diminta tidak cemas mengenai persediaan BBM Indonesia saat ini sekitar 20 hari. Sebab, Pertamina bakal melakukan beragam upaya, agar persediaan BBM terus berkesinambungan.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad membenarkan mengenai pengertian persediaan sekitar 20 hari. Yaitu, bahwa stok tersebut bakal lenyap jika selama kurun waktu tersebut tidak dilakukan upaya apapun.

Tetapi, kudu diingat bahwa seperti reguler dilakukan, kata dia, saat ini pun Pertamina tentu melakukan langkah-langkah penstabilan pasokan guna menjaga level cadangan.  

Level persediaan BBM tersebut sesuai dengan patokan nan berlaku. Dalam laporan bulan Desember 2025, misalnya, Menteri ESDM menyebut sebagian besar jenis BBM di Indonesia berada di atas standar minimum persediaan nan ditetapkan. Contohnya, sekitar 19–31 hari untuk beragam produk BBM tertentu. 

Sedangkan Peraturan BPH Migas Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penyediaan Cadangan Operasional Bahan Bakar Minyak, menyebut, bahwa Pemegang Izin Usaha wajib menyediakan Cadangan Operasional BBM dengan cakupan waktu paling singkat selama 23 hari. 

Tauhid melanjutkan, pencadangan adalah seberapa jauh Pemerintah dan Pertamina mempunyai biaya untuk menyetok. Bukan hanya bahan-bahan, tetapi juga gudangnya, jalur distribusi, pengapalan dan sebagainya.

“Itu artinya, rata-rata keahlian finansial kita mencadangkan segitu. Bukan berfaedah harinya semakin turun, berfaedah kan dia bakal relatif volatilitasnya di nomor segitulah," ungkap Tauhid di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com