Breaking: Iran Warning AS, Sebut Pertempuran dan Perang Baru

Sedang Trending 16 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang perwira militer senior Iran secara mengejutkan menyatakan bahwa pertempuran dan perang baru dengan Amerika Serikat (AS) sekarang terbuka. Bahkan ini menjadi perihal nan tidak bisa dihindari lagi.

Mengutip laporan AFP, sinyal ancaman ini muncul di tengah situasi diplomasi nan memanas akibat jalan buntu serta mandeknya proses negosiasi bilateral nan tengah berjalan antara pihak Teheran dan Washington. Wakil Kepala Komando Militer Pusat Iran Khatam al-Anbiya, Mohammad Jafar Assadi menegaskan bahwa sikap keras kepala sepihak dari pihak Washington nan memicu kebuntuan ini.

"Amerika Serikat menuntut penyerahan total kami, dan bangsa Iran tidak bakal pernah menyerah," tegas Assadi dalam pernyataan resminya, Selasa (2/6/2026).

"Tanpa penyerahan diri, perang tidak bisa dihindari," ujar Assadi menambahkan bahwa tanpa adanya kompromi nan seimbang dari Washington, maka konfrontasi senjata menjadi satu-satunya jalan nan tersisa.

Sebelumnya, perang antara AS dan Iran pecah pada 28 Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer dan akomodasi strategis Iran. Konflik kemudian berkembang menjadi krisis regional nan melibatkan serangan jawaban Iran serta gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Setelah beberapa pekan pertempuran dan upaya diplomasi nan dimediasi Pakistan, kedua negara menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April 2026. Kesepakatan itu awalnya bertindak selama dua pekan sebelum diperpanjang guna memberi ruang bagi perundingan tenteram lebih lanjut.

Meski demikian, situasi di lapangan tetap rentan lantaran kedua pihak beberapa kali saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata. Ketegangan juga meningkat akibat serangan Israel nan berjalan di Lebanon dan sengketa mengenai akses pelayaran di Selat Hormuz.

Hingga awal Juni 2026, perundingan tenteram belum menghasilkan kesepakatan permanen dan Iran apalagi mengumumkan penghentian sementara negosiasi dengan AS kemarin lantaran eskalasi Israel di Lebanon sejak akhir pekan

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News