Bocoran Langsung Bos Perusahaan: Harga Plastik Melejit Bawa Cuan Baru

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan nilai plastik dunia justru membawa berkah bagi industri bungkusan berbasis kertas. Pergeseran permintaan nan semakin kuat dari plastik ke kertas mulai terasa di pasar, seiring lonjakan nilai dan kelangkaan bahan baku plastik akibat bentrok geopolitik di Timur Tengah.

Direktur Utama PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Herwanto Susanto mengungkapkan, kondisi tersebut memberikan akibat positif bagi keahlian perseroan.

"Kenaikan nilai plastik nan terjadi saat ini memberikan akibat nan cukup positif bagi keahlian upaya bungkusan kertas kami. Kami memandang adanya pergeseran permintaan nan konsisten ke arah produk kertas sebagai substitusi utama," kata Herwanto kepada CNBC Indonesia, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, dia menegaskan, akibat tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam laporan finansial saat ini.

"Terkait margin keuntungan, perlu dipahami bahwa kejadian kenaikan nilai plastik ini tergolong baru, sehingga dampaknya terhadap laporan finansial Alkindo memang belum terasa secara langsung pada periode berjalan. Namun, kami sangat optimis memandang tren permintaan nan terus bergerak positif di pasar," ujarnya.

Namun jika dilihat pada info internalnya, Herwanto menyebut Alkindo mengalami lonjakan permintaan bungkusan kertas nan cukup signifikan sejak awal tahun.

"Berdasarkan catatan kami, terdapat kenaikan permintaan bungkusan kertas Alkindo nan cukup menggembirakan, ialah di kisaran 20% hingga 30% sejak awal tahun ini. Pertumbuhan ini terjadi secara berjenjang seiring dengan habisnya stok lama plastik di tingkat pemain industri dan penyesuaian nilai di pasar," papar dia.

Menurutnya, lonjakan permintaan tersebut berpotensi menjadi motor baru bagi pendapatan perusahaan, meski kontribusi detailnya tetap menunggu laporan finansial mendatang.

"Meskipun kontribusi detailnya terhadap omzet keseluruhan tetap dalam proses pemantauan di laporan finansial mendatang, pertumbuhan permintaan ini jelas menjadi motor penggerak nan kuat bagi pendapatan perusahaan," lanjutnya.

Adapun kejadian peralihan dari plastik ke kertas ini paling terasa di sektor bungkusan makanan. Herwanto menyebut pelaku upaya mulai mencari pengganti nan lebih stabil dan berkelanjutan.

"Peralihan ini paling terasa di sektor food packaging (kemasan makanan). Peningkatan penggunaan bungkusan kertas di sektor ini sangat signifikan lantaran para pelaku upaya mulai mencari pengganti nan lebih stabil dan berkelanjutan," kata Herwanto.

Lebih jauh, dia menjelaskan lonjakan nilai plastik dipicu oleh kelangkaan pasokan nan berangkaian dengan bentrok di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong Alkindo untuk garang menangkap kesempatan pasar.

"Faktor utama nan mendorong percepatan ini adalah kelangkaan stok plastik dan lonjakan harganya akibat bentrok di Timur Tengah. Untuk menangkap kesempatan ini, kami sudah menyiapkan strategi ekspansi nan cukup masif," ujarnya.

Tahun ini, kata dia, perseroan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk ekspansi, dengan pembagian, Rp50 miliar untuk capital expenditure (capex) dan Rp 50 miliar untuk modal kerja.

"Dana ini kami fokuskan untuk meningkatkan kapabilitas produksi hingga 30% di lini hilir, termasuk pembelian lahan untuk pabrik baru di Jawa Barat," ungkap dia.

Selain itu, Herwanto menyebut Alkindo juga mulai mengembangkan pengganti lain untuk menjawab kebutuhan pasar nan belum sepenuhnya bisa digantikan oleh kertas.

"Selain itu, kami juga mempercepat pengembangan bioplastik untuk memenuhi kebutuhan bungkusan nan belum sepenuhnya bisa digantikan oleh material kertas," ujarnya.

Di tengah lonjakan nilai plastik global, Alkindo memastikan struktur biaya produksinya tetap terjaga. Hal ini lantaran ketergantungan terhadap plastik dalam proses produksi relatif kecil.

"Tantangan utama saat ini adalah gimana kami merespons percepatan permintaan nan datang lebih sigap dari perkiraan semula. Namun, dari sisi bahan baku, kami mau menekankan bahwa operasional Alkindo tidak terbebani oleh kenaikan nilai plastik akibat bentrok di Timur Tengah," jelas Herwanto.

"Porsi penggunaan plastik dalam proses kami sangat minim, sehingga perubahan nilai tersebut tidak mengganggu struktur biaya kami secara signifikan. Fokus kami tetap pada menjaga kelancaran rantai pasok bahan baku kertas agar produksi tetap melangkah optimal," lanjutnya.

Dengan tren pergeseran nan terus menguat, industri bungkusan kertas dinilai berada di posisi strategis untuk memanfaatkan momentum kenaikan nilai plastik nan tetap berlangsung.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News