Jakarta - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melalui Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan (PRKP) resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Bidang Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Negara.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis BNPP dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur pusat dan wilayah guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan penataan ruang di wilayah perbatasan.
Membuka kegiatan, Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan Perbatasan BNPP RI, Irjen Pol Edfrie R Maith menegaskan bimtek dirancang sebagai upaya pembinaan berkepanjangan untuk meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) nan menangani penataan ruang area perbatasan.
Menurut Irjen Pol Edfrie, kualitas kebijakan dan penerapan tata ruang sangat ditentukan oleh kapabilitas aparatur nan menjalankannya di lapangan.
"Melalui bimtek ini, kami mendorong peningkatan kualitas dan efektivitas penataan ruang area perbatasan, baik nan diselenggarakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ujar Irjen Pol Edfrie, dalam keterangan terulis, Rabu (3/6/2026).
Irjen Pol Edfrie juga mendorong peserta dari wilayah untuk aktif berbincang dan menyerap pengalaman dari para narasumber agar hasil pembelajaran dapat diimplementasikan secara konkret.
Sementara itu, Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Ismawan Harijono menjelaskan bimtek diselenggarakan dengan metode blended learning nan mengombinasikan pembelajaran daring dan klasikal.
Metode ini dipilih agar proses peningkatan kapabilitas berjalan efektif, adaptif, dan menjangkau kebutuhan peserta dari beragam daerah.
Ismawan menambahkan aktivitas ini juga memuat modul pembelajaran terstruktur nan diakhiri dengan monitoring dan pertimbangan sebagai bagian dari pengukuran capaian peningkatan kapabilitas aparatur.
Dalam kesempatan nan sama, Ketua Umum (Ketum) Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Adriadi Dimastanto menyampaikan IAP sebagai asosiasi ahli perencana wilayah dan kota mempunyai peran krusial dalam penyusunan arsip tata ruang seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Adriadi berambisi bimtek ini dapat memperluas wawasan berbareng mengenai pendekatan penataan ruang area perbatasan nan berorientasi outward looking dan berkekuatan saing.
"IAP merasa terhormat dilibatkan dalam aktivitas ini. Kami berambisi kerjasama dengan BNPP RI dapat terus berlanjut, dan IAP siap berkedudukan aktif dalam perencanaan, pemanfaatan, serta pengendalian penataan ruang area perbatasan negara," ungkap Adriadi.
Selain itu, apresiasi terhadap penyelenggaraan Bimtek juga disampaikan oleh Sekretaris Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI (ATR/BPN) Deni Prasetyo nan mewakili Kepala BPSDM ATR/BPN.
Deni menilai konsistensi BNPP dalam menempatkan pengembangan kapabilitas SDM sebagai bagian integral pengelolaan area perbatasan merupakan langkah nan sangat krusial.
Menurut Deni, penataan ruang di area perbatasan mempunyai akibat strategis nan lebih luas dibanding wilayah lain, lantaran menyangkut daya saing nasional hingga efektivitas negara dalam menjaga kedaulatan.
"Tata ruang di perbatasan bukan sekadar dokumen, melainkan instrumen negara untuk mengelola wilayah dan beragam kepentingan nan datang secara bersamaan," jelas Deni.
Deni menekankan tantangan utama saat ini tidak hanya terletak pada izin alias arsip perencanaan, melainkan pada kapabilitas aparatur dalam menerjemahkan instrumen tersebut menjadi keputusan nan efektif di lapangan.
Oleh lantaran itu, bimtek ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas perspektif, serta memperkuat jejaring ahli lintas sektor.
Melalui bimtek ini, BNPP menegaskan upayanya untuk terus mendorong penguatan kapabilitas aparatur sebagai fondasi pengelolaan area perbatasan nan terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Peningkatan kualitas SDM diyakini bakal tercermin pada keputusan-keputusan nan semakin tepat, terkoordinasi, dan bisa menjaga kepentingan strategis bangsa di wilayah perbatasan negara.
Sebagai informasi, bimtek ini turut dihadiri Kelompok Ahli BNPP RI nan juga menjabat sebagai Wakil Dekan (Wadek) Bidang Administrasi Fakultas Manajemen Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Robert Simbolon; Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat Brigjen TNI Topri Daeng Balaw; Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Laut Yedi Rahmat; serta Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara Gutmen Ninggolan. (prf/ega)
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·