BNPB Inventarisasi Kebutuhan untuk Tentukan Bantuan Asing Atasi Karhutla

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terbuka terhadap support asing untuk menangani kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya tengah menginventarisasi kebutuhan penanganan karhutla untuk menentukan jenis support dari negara lain.

"Ya sudah ada beberapa negara nan menawarkan kepada kita, saat ini memang kita butuh waktu untuk menginventarisasi support apa saja gitu ya. Sehingga kelak jika emang kita tidak bisa dan alatnya tidak ada di kita, ya kita minta kepada mereka. Jadi support itu biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran, gitu ya," kata Kristomei di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Salah satu negara tetangga, Singapura telah mengirimkan surat penawaran bantuan. Singapura memberikan sejumlah tawaran bantuan, mulai dari masker, air minum, hingga pesawat Hercules C-130.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jepang, Singapura. Singapura sudah bersurat. Kita lihat lagi, kita list mereka sudah menyerahkan beberapa bantuan, seperti masker, air minum, dan pesawat Hercules C-130 ya. Tapi kan jika kita punya pesawat C-130 sendiri, ya kenapa kudu pinjam dari orang luar gitu ya. Ya kan. Kita lihat keefektifan nan ditawarkan oleh mereka itu apa. Gitu ya," ujar Kristomei.

Tawaran support asing, kata Kristomei, dapat dimanfaatkan jika BNPB ada peralatan nan tidak tersedia di dalam negeri. BNPB menekankan keahlian dan kegunaan support nan ditawarkan.

"Ya saya kira jika emang kita butuh dan kita nggak punya ya, why not? Tapi jika kita punya kenapa kudu susah-susah minta. Gitu ya. Toh jika contoh pesawat Hercules, negara lain menawarkan ini loh ada pesawat C-130, lah kita juga ada, kan lebih efektif kita gunakan, ya. Kenapa kudu kita pinjem," sebutnya.

Kristomei mengungkap BNPB tetap terbuka terhadap support asing. Namun, BNPB bakal terlebih dulu mengecek jenis support nan ditawarkan dan menyesuaikannya kebutuhan di lapangan.

"Nggak masalah, nggak ada masalah kita terbuka kok dan memang sudah dibuka untuk jika memang ada kita, kita sanggup kita ada support dari luar ya kita terima, hanya kan kita lihat dulu support itu apa dulu, gitu ya," tuturnya.

Menurut Kristomei, proses inventarisasi dilakukan untuk mengetahui kebutuhan nan belum dapat dipenuhi BNPB, khususnya peralatan nan dinilai efektif untuk memadamkan api. Kristomei menilai support nan dibutuhkan lebih diarahkan penggunaan teknologi untuk mendukung penanganan karhutla.

"Teknologi dong, perangkat dan teknologi ya, gitu ya. Kalau manusia, SDM kita banyak kok, ya," katanya.

Mengenai sasaran pemadaman total karhutla, Kristomei mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak menetapkan tenggat waktu secara spesifik. Namun, BNPB berupaya mempercepat penanganan agar masyarakat kembali hidup normal.

"Ya beliau tidak menargetkan spesifik target, tapi kan semakin sigap semakin baik gitu ya. Artinya kan jika semakin lama kan semakin lama masyarakat kita terpapar. Itu nan saya bilang kemarin kita kecepatan itu, makanya itu. Di enam hari saya dilantik, saya sudah mulai bekerja, membantu untuk gimana sih caranya agar kita bisa sigap ambil langkah agar efektif, tepat guna, tepat sasaran, tepat waktu. Itu ya, kira-kira," imbuhnya.

(rfs/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑