Arief Setyadi
, Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |08:02 WIB

Wabah Ebola masuk Nigeria (Foto: Ilustrasi/Ist)
JAKARTA – Nigeria mencatat kasus Ebola pertama dari pandemi terbaru nan menyebar di Afrika. Sementara itu, Kenya melaporkan kasus kesembilan, memicu peringatan pejabat kesehatan regional tentang ancaman serius dari penyakit tersebut.
Pemerintah Nigeria mengonfirmasi kasus Ebola pada seorang wanita nan melakukan perjalanan dari Uganda ke ibu kota Abuja, melansir France24, Rabu (21/10/2026). Pasien tersebut tiba menggunakan penerbangan internasional dan sempat dirawat di rumah sakit swasta sebelum dipastikan terkena Ebola.
Menteri Kesehatan Nigeria Muhammad Ali Pate mengatakan pasien sekarang menjalani isolasi dan perawatan medis. Otoritas juga memulai pencarian terhadap 44 kontak dekat pasien, termasuk tenaga kesehatan, pasien lain, pengasuh, dan kontak perjalanan.
Di Kenya, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kasus kesembilan pada Selasa. Pasien merupakan laki-laki berumur 24 tahun nan disebut sebagai personil family dekat dari kasus pertama. Dia telah menjalani karantina sebelum dinyatakan positif Ebola.
Kasus pertama Kenya dilaporkan pada 6 Oktober. Korban merupakan pengusaha berumur 40-an nan pernah tinggal di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan meninggal di Nairobi pada 5 Oktober. Sebagian besar kasus berikutnya melibatkan orang-orang nan mempunyai kontak dekat dengan korban pertama.
Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), Jean Kaseya, mengatakan pandemi Ebola Bundibugyo sekarang menjadi pandemi dengan penyebaran geografis terluas dalam sejarah, nan memengaruhi sejumlah negara di tiga wilayah Afrika.
"Dengan nomor kematian mendekati 50% di DRC, kita menghadapi ancaman nan sangat serius," tulis Kaseya di X.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·