
Pelatih dobel putra Malaysia, Herry IP. (Foto: Okezone)
LANGKAH pelatih dobel putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi dalam merombak pasangan anak asuhnya memicu beragam sorotan. Strategi bongkar pasang nan dilakukan pembimbing nan berkawan disapa Herry IP ini mendatangkan hasil nan kontras, memperlihatkan potensi sekaligus tantangan nan kudu dihadapi para pemain.
Pasangan anyar Aaron Tai/Yap Roy King menjadi contoh sukses awal dari perombakan ini. Mengawali debut bersama, duet baru tersebut langsung menyabet gelar juara di arena Super 500 Arctic Open di Vantaa, Finlandia, dua pekan lalu.
Sayangnya, torehan manis itu belum diikuti secara konsisten oleh racikan pasangan lainnya. Pada turnamen Malaysia Super 100 di Johor pekan lalu, beberapa pasangan baru justru mengalami kesulitan untuk tampil maksimal.
Pasangan Kang Khai Xing/Lok Hong Quan setidaknya bisa menembus babak semifinal. Di sisi lain, nasib kurang beruntung dialami Wan Arif Junaidi/Faiq Haziq Masawi nan kudu tersingkir lebih awal di babak pertama.
Herry IP
1. Evaluasi dan Tahap Penyesuaian
Menanggapi ragam hasil tersebut, Herry IP menilai dinamika seperti itu wajar terjadi pada pasangan nan baru dibentuk. Menurutnya, proses penyatuan chemistry dan penyesuaian style bermain memerlukan waktu nan tidak singkat.
Herry menegaskan proses perombakan dobel putra bakal terus melangkah hingga tahun depan. Ia tetap optimistis bahwa tanda-tanda perkembangan positif mulai terlihat meskipun belum merata di semua pasangan.
"Proses perombakan ini bakal bersambung sampai tahun depan. Saya percaya kita mulai memandang adanya tanda-tanda kemajuan. Semua butuh waktu dan tidak ada nan instan," ujar Herry, mengutip dari New Straits Times, Selasa (21/10/2026).
Herry juga menambahkan para pemain nan berkompetensi di Malaysia Super 100 memang belum sepenuhnya menyatu dengan baik di lapangan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·