Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 30 Juli 2026 |15:15 WIB

Laba BJBR (Foto: Okezone)
JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) membukukan untung bersih sebesar Rp783 miliar pada Semester I-2026. Capaian tersebut tumbuh 58,8 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu, didorong peningkatan pendapatan kembang bersih, pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee based income), serta efisiensi operasional.
Selain mencatat pertumbuhan laba, bank bjb secara konsolidasi membukukan total aset sebesar Rp228,2 triliun hingga akhir Juni 2026. Dari jumlah tersebut, perusahaan anak menyumbang aset sebesar Rp44,2 triliun alias sekitar 19,4 persen dari total aset konsolidasi. Demikian dikutip dari keterangan BJB, Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, penyaluran angsuran dan pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun, nan terdiri atas angsuran bank induk sebesar Rp111,1 triliun dan perusahaan anak Rp29,3 triliun.
Portofolio angsuran tetap didominasi segmen konsumer dengan outstanding sebesar Rp74,2 triliun alias sekitar 66,8 persen dari total kredit. Perseroan mencatat rasio angsuran bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) pada segmen tersebut berada di level 0,56 persen.
Di sisi pendanaan, biaya pihak ketiga (DPK) secara konsolidasi mencapai Rp160,9 triliun hingga Juni 2026. Menurut perseroan, capaian tersebut memberikan support likuiditas bagi ekspansi upaya di tengah persaingan penghimpunan biaya nan semakin ketat.
Dari sisi profitabilitas, pendapatan kembang bersih meningkat lebih dari 9,1 persen secara tahunan (year-on-year).
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·