Mendag Dorong Pengusaha Cari Buyer Sebelum TEI 2026 Digelar

Sedang Trending 14 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membujuk pelaku upaya memperkuat partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Ajakan itu disampaikan saat CEO Gathering TEI di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/8).

Budi Santoso mengatakan TEI menjadi bagian krusial dalam ekosistem promosi perdagangan nan terintegrasi. Rangkaian tersebut mencakup penjajakan upaya alias business matching hingga pengawalan realisasi perjanjian dagang.

"Kami membujuk para pelaku upaya untuk memanfaatkan TEI sebagai momentum untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor. Pemerintah dan bumi upaya perlu mempunyai orientasi nan sama dalam menetapkan sasaran ekspor serta memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di beragam negara," ujar Busan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TEI ke-41 dijadwalkan berjalan pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Kementerian Perdagangan menargetkan nilai transaksi mencapai US$ 17,5 miliar, naik dari sasaran US$ 16,5 miliar pada TEI tahun sebelumnya.

Untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut, Kemendag terus memperkuat peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk mencari calon pembeli potensial. Busan sangat menekankan pentingnya agenda business matching sebelum aktivitas puncak pameran dimulai.

"Kami tidak mau pelaku upaya Indonesia nan menjadi peserta pameran TEI hanya berjumpa buyer ketika sudah di pameran. Kami sangat menekankan adanya business matching antara peserta TEI dan calon buyer terlebih dulu sebelum berjumpa di TEI ke-41. Jadi, sebelum TEI dimulai, kami serahkan info peserta TEI kepada para perwadag untuk dicarikan buyer," jelas Busan.

Para pelaku upaya dapat mempresentasikan produk mereka kepada perwakilan perdagangan setelah mendaftar sebagai peserta TEI. Tahap ini krusial untuk mengidentifikasi pembeli nan paling sesuai dengan kapabilitas produksi perusahaan.

"Kalau ada nan belum jelas, Bapak dan Ibu bisa presentasi dulu kepada atase perdagangan dan ITPC. Jadi, ketika berjumpa di pameran, pembahasannya sudah lebih konkret dan kesempatan transaksi semakin besar," kata Busan kepada para peserta CEO Gathering.

Pendekatan ini terbukti sangat efektif pada penyelenggaraan TEI jenis sebelumnya. Tercatat 137 arsip perjanjian jual beli senilai USD 9,8 miliar sukses ditandatangani pada hari pertama pameran. Angka ini menegaskan pentingnya mempertemukan pelaku upaya dengan buyer sedini mungkin.

Fasilitasi kementerian dipastikan tidak berakhir sekadar pada tahap penandatanganan perjanjian dagang. Para perwakilan bakal terus memonitor realisasi dan membantu penyelesaian hambatan di negara tujuan ekspor.

"Setelah perjanjian ditandatangani, bisa saja ada masalah teknis alias patokan baru di negara tujuan. Di situlah perwakilan perdagangan mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi penyelesaian kendalanya," tegas Busan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyebut aktivitas ini diikuti 106 perusahaan personil HIMKI. Kegiatan ini menjadi rangkaian persiapan strategis nan berkepanjangan menjelang TEI.

"Melalui aktivitas strategis ini, kami berambisi perusahaan-perusahaan unggulan Indonesia dapat memanfaatkan TEI secara optimal sebagai sarana promosi utama di hadapan buyer internasional," ujar Puntodewi.

Agenda ini turut diwarnai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan strategis promosi internasional industri furnitur dan home decor. Kesepakatan ini dijalin antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dengan PT Debindomulti Adhiswasti. Ketua HIMKI Abdul Sobur sangat mengapresiasi pemilihan Kota Surakarta sebagai letak kegiatan.

Surakarta dinilai mempunyai ekosistem industri kuat nan terhubung erat dengan sentra produksi kerajinan di wilayah sekitarnya. Kekayaan ragam material industri Indonesia diyakini bisa meningkatkan kontribusi ekspor furnitur secara signifikan jika dikelola optimal.

Peserta CEO Gathering dari CV Karya Indoprima, Hendra Sasmita, turut membagikan pengalaman positif usahanya. Ia mengaku sukses menggaet rentetan pembeli dari Amerika Latin pada perhelatan TEI sebelumnya.

"Harapan kami pada TEI 2026, adanya hall unik untuk furnitur di Hall 9 dan 10 tahun ini bakal lebih banyak menarik buyer nan mencari furnitur Indonesia," minta Hendra.

Sementara itu, Fauzan dari Kriya Nusantara tampak antusias menyambut keikutsertaan perdananya di arena ini. Ia sangat berambisi pameran TEI 2026 bisa membuka jalan baru untuk memperluas pasar dunia bagi perusahaannya.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance