BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyiapkan skema pembiayaan pengganti untuk penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Langkah ini dilakukan agar ekspansi program tidak sepenuhnya berjuntai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Nanik mengatakan BGN tengah mengkaji beragam sumber pendanaan di luar APBN untuk mendukung penyelenggaraan MBG di wilayah 3T. Salah satu opsi nan dipertimbangkan adalah pemanfaatan biaya corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan BUMN.

"Untuk 3T, ini kami bakal mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN, mencoba ya," kata Nanik di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/6/2026).

Selain menggandeng BUMN, BGN juga membuka kesempatan bagi perusahaan swasta untuk berperan-serta melalui investasi pembangunan dapur MBG di wilayah nan belum terjangkau program tersebut. Menurut Nanik, skema pendanaan lain seperti hibah dari luar negeri juga dapat menjadi pengganti untuk memperluas jangkauan program.

"Kami bakal selesaikan gimana sebaiknya, tapi untuk wilayah-wilayah nan belum digarap oleh investor, kami bakal coba kerjasamakan alias kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN, alias mungkin ada hibah dari luar negeri, alias mungkin juga jika di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi," jelasnya.

Nanik menilai keterlibatan bumi upaya dalam penyediaan akomodasi MBG di wilayah 3T merupakan langkah nan memungkinkan dilakukan, terutama melalui program tanggung jawab sosial perusahaan nan telah dimiliki banyak korporasi.

"Masa sih bikin dapur (MBG) untuk masyarakat di situ nggak mau? Kan nggak mahal juga. Jadi mereka kan juga punya CSR. Nah itu kira-kira nan bakal kami lakukan dalam waktu sekarang," sambung Nanik.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita