
Asap membumbung akibat serangan Iran terhadap armada kelima AS di Bahrain pada Maret 2026.
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan drone (pesawat tanpa awak) nan menargetkan markas Armada Kelima Amerika Serikat (AS) di Bahrain. Mereka menyebut operasi tersebut sebagai pembalasan langsung atas serangan udara Amerika di Iran selatan.
IRGC mengatakan pada Rabu, (10/6/2026) pagi bahwa 21 sasaran militer AS, termasuk pangkalan udara dan angkatan laut di seluruh wilayah tersebut, telah diserang.
Dalam pernyataan nan disiarkan oleh media pemerintah, Garda Revolusi berjanji bakal mengerahkan tindakan pembalasan nan lebih berat jika operasi militer AS terus berlanjut.
IRGC juga menyatakan telah menembak jatuh drone MQ-9 Reaper Amerika di atas Provinsi Bushehr selatan, demikian dilansir dari TRT.
Secara bersamaan, Garda Revolusi menyatakan telah melancarkan serangan drone terhadap pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait. Militer Kuwait kemudian mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa jaringan pertahanan udaranya sukses melumpuhkan sasaran udara musuh.
Eskalasi ini menyusul serangan presisi AS nan meluas di beberapa letak di Iran selatan, termasuk Jask, Sirik, dan Pulau Qeshm. Dalam tindakan tersebut, AS menyerang 20 sasaran di Iran, termasuk menara telekomunikasi.
Rudal Jarak Jauh
Dalam ekspansi besar bentrok regional ini, IRGC menggunakan rudal jarak jauh untuk menyerang pangkalan Al-Azraq di Yordania, menurut laporan media Iran.
Garda Revolusi mengatakan mereka menargetkan empat area spesifik di pangkalan Al-Azraq AS, dengan sasaran mencakup hanggar jet tempur F-35 serta pusat komando dan kendali.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·