Bahlil Ungkap Penyebab Industri Pilih Vietnam, Harga Tanah Hanya Rp600 Ribu per Meter

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Bahlil Ungkap Penyebab Industri Pilih Vietnam, Harga Tanah Hanya Rp600 Ribu per Meter

Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan salah satu penyebab argumen industri manufaktur lebih memilih Vietnam daripada Indonesia lantaran perbedaan nilai tanah nan jauh lebih murah di negara tersebut.

Bahlil mengatakan, nilai tanah di Vietnam khususnya di area industri mereka, hanya Rp600 ribu per meter, sementara di Indonesia nilai tanahnya Rp2 juta per meter. Hal ini nan membikin perusahaan lebih pilih Vietnam sebagai destinasi investasi daripada RI.

"Ternyata nilai tanah di Vietnam area industrinya hanya Rp600.000, dan di Indonesia itu sampai dengan Rp2 juta," ujar Bahlil dalam aktivitas peluncuran dan bedah kitab 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Pada kesempatan itu Bahlil menjelaskan, pada rentang tahun 2016-2017 terjadi perang jual beli antara Amerika Serikat dengan China. Kondisi ini membikin sejumlah perusahaan hengkang dari China, dan mencari negara lain di area untuk memindahkan pedoman produksinya.

Bahkan dikatakan Bahlil, dari 32 perusahaan tercatat hengkang dari China, tidak ada satupun nan pindah ke Indonesia. Mayoritas perusahaan nan hengkang beranjak ke Vietnam, dan beberapa negara lainnya di area Asia Tenggara. Para perusahaan menimbang biaya produksi nan paling efisien, salah satunya mempertimbangkan biaya pembebasan lahan.

"Bapak Presiden, dulu pada saat tahun 2016-2017 terjadi perang jual beli antara China dan Amerika. Ada 32 perusahaan nan hengkang dari China ke Vietnam, Indonesia tidak dapat kebagian," tambah Bahlil.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com