
Gunung Merapi (Foto: Badan Geologi)
JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bakal melakukan uji coba Early Warning System (EWS) berupa sirine di area lereng Gunung Merapi, Rabu (29/4/2026) siang. Masyarakat diimbau untuk tidak panik.
Uji coba dijadwalkan berjalan pukul 12.00–13.00 WIB dan berlokasi di Dusun Takeran, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
“Dimohon kepada penduduk Merapi untuk tetap tenang,” demikian pemberitahuan resmi BPPTKG nan disampaikan kepada masyarakat, Rabu.
BPPTKG menegaskan, bunyi sirine nan terdengar nantinya merupakan bagian dari pengetesan sistem peringatan dini, bukan tanda adanya kondisi darurat. Sementara itu, berasas laporan aktivitas gunung api periode pengamatan 29 April 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, aktivitas Gunung Merapi tetap tergolong tinggi.
Dalam laporan tersebut, tercatat 38 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–39 mm dan lama 71,37–191,6 detik. Selain itu, terjadi 15 kali gempa hybrid alias fase banyak dengan amplitudo 2–28 mm serta satu gempa vulkanik dangkal. Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi sekitar 150 meter di atas puncak.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·