
Arief Ikhsan Angkat Bicara soal Isu Minta Uang ke JK saat Ingin Bertemu Bersama Rismon Sianipar
JAKARTA -Arief Ikhsan, orang nan menghubungi staf mantan Wapres RI, Jusuf Kalla alias JK untuk meminta berjumpa dengan JK berbareng Rismon Sianipar membantah, jika dia meminta duit pada JK.
"Banyak beredar di WA-WA ini, di surat itu juga meminta duit ke Pak JK. Jadi, saya tekankan tidak ada, tidak ada permintaan uang," ujarnya pada wartawan, Senin (27/4/2026).
Arief mengakui bahwa dia menghubungi staf JK untuk menyampaikan keinginannya berjumpa JK, melalui WhatsApp. Dia menghubungi JK atas inisiatifnya sendiri, bukan atas inisiatif Rismon. Disitu, dia mencantumkan sejumlah nama, termasuk Rismon Sianipar.
"Ya, itu inisiatif saya, saya kirim WA, saat penjualan kitab Gibran Endgame itu, saya sebelum ketemu menyurati beberapa partai dan petinggi-petinggi di negara ini, di Indonesia ini, dan orang-orang penting," tuturnya.
"Nah ke Pak JK, itu pada saat kita di salah satu instansi DPP partai, saya langsung mengirim WA ke Pak Yadi, stafnya pak JK, tanggal 2 Maret, dengan bahasa halus, bahasa Bugis, Assalamualaikum Pak Yadi, tabe ye, saya Arief, mau bersilaturahmi dengan Bapak, sekaligus dengan Bang Rismon untuk menyerahkan kitab Gibran Endgame," lanjut Arief.
Sejatinya, kata dia, pesan itu juga dia kirimkan ke sejumlah orang lainnya, para tokoh, hingga ke sejumlah orang partai politik. Hal itu dilakukannya lantaran dia kala itu sebagai orang nan memegang di bagian menejemen buku, packing, dan pencetakan, khususnya pada kitab Gibran Endgame.
"Nah pada saat itu, lantaran di manajemen (buku) Gibran Endgame, sisa 10 orang, jadi saya cantumkan 6 orang nan ikut. Lalu di tanggal 2 Maret, jam 13.05 WIB, saya kirim WA (ke Staf JK), Bang Rismon Sianipar tanggal 3 Maret, jam 00.15 WIB WA saya, kitab di stop," paparnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·