Anak Krakatau Meletus 8 Kali, Kolom Abu Capai 500 Meter

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Berdasarkan laporan pengamatan periode Senin (19/10/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III alias Siaga.

"Dalam periode pengamatan tersebut, gunung tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati. Kamera pemantau alias CCTV juga tertutup abu vulkanik," ujar Suwarno.

Aktivitas kegempaan tetap terekam selama periode pengamatan tersebut. Catatan kegempaan meliputi satu kali gempa gelombang rendah, 21 kali gempa hybrid alias fase banyak, tiga kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa vulkanik dalam.

Tremor menerus juga terekam dengan amplitudo 1-10 milimeter, dengan kekuasaan 3 milimeter.

Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk visitor dan wisatawan, dilarang memasuki alias melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat dan visitor tidak diperbolehkan memasuki wilayah dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Suwarno meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman akibat aktivitas vulkanik, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan.

Warga di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung juga diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap info nan menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau bakal menyebabkan tsunami.

"Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan. Kemudian, penduduk di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap info nan menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau bakal menyebabkan tsunami," tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑