Aksi Spotting Bus di Tol Berujung Kecelakaan, Pengamat: Bisa Dipidana

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ilustrasi mudik naik bus Foto: Shutter Stock

Insiden kecelakaan beruntun nan melibatkan armada bus di ruas Jalan Tol arah Tangerang menuju Merak kembali menjadi perbincangan hangat publik.

Peristiwa nan dipicu oleh tindakan perlambatan laju kendaraan secara mendadak saat sejumlah organisasi pecinta bus membikin konten di bahu jalan tol. Hal ini disinyalir tak sekadar corak pelanggaran lampau lintas biasa.

Secara patokan dan norma keselamatan, tindakan rawan nan merugikan pengguna jalan lain di jalur bebas halangan dapat menyeret para pelakunya ke ranah hukum. Hal ini ditegaskan oleh pengamat keselamatan berkendara sekaligus pembimbing dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

Ia menilai ada indikasi kuat bahwasanya kejadian tabrakan beruntun tersebut dipicu oleh perilaku tak bertanggung jawab nan sangat membahayakan nyawa pengemudi lain.

Ilustrasi bus pariwisata Foto: yahyaernanda/Shutterstock

"Pendapat saya dengan kejadian nan terjadi di jalan tol menuju Serang alias Merak, nan diakibatkan adanya perlambatan dari bus-bus tersebut sehingga terjadi tabrakan beruntun, itu saya anggap pemicunya adalah satu perilaku nan membahayakan dan bisa dipidana," ujar Jusri saat dihubungi kumparan, Senin (24/8/2026).

Berdasarkan kajian video nan beredar di platform media sosial, Jusri menduga ada kelalaian dari sekelompok orang nan menghalang laju armada bus di tengah jalan. Aksi nekat ini secara langsung memicu pengereman mendadak nan fatal.

"Patut diduga perlambatan tadi nan dilakukan oleh bus nan ditabrak dari belakang, ada sekelompok orang nan menghalang laju aktivitas bus ini. Kalau kita lihat dari rangkaian video sebelumnya, ada sekelompok orang nan ada di bahu jalan, apalagi mengambil badan jalan seakan-akan menyetop," ungkap Jusri.

Bus di Tol Kanci Foto: Rizki Fajar Novanto/kumparan

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa tindakan sekelompok orang nan nekat masuk hingga ke area badan jalan tol sangatlah mengganggu dinamika arus kendaraan nan sedang melaju dalam kecepatan tinggi.

"Tapi itu mengganggu arus lampau lintas, nah termasuk arus lampau lintas para bus tadi. Ini sekelompok orang tersebut, apapun pengakuannya itu bukan pecinta Busmania, tapi ini sudah terbukti begitu banyak bus nan parkir di bahu jalan," tegasnya.

Penumpukan armada di area nan tidak semestinya membikin ruang mobilitas kendaraan lain makin menyempit. Fenomena parkir liar di tol ini dinilai sudah di luar pemisah kewajaran.

Ilustrasi kecelakaan bus. Foto: Jaromir Chalabala/Shutterstock

"Bukan satu ya, itu banyak lho. nan turun di bahu jalan pun, nan mengambil badan jalan pun bukan satu-dua orang, banyak juga. Jadi ini jelas dan patut diduga bahwasanya perilaku tersebut mengganggu arus lampau lintas," tambah Jusri.

Ia pun menyandarkan analisisnya pada bukti-bukti rekaman visual nan beredar. Menurutnya, bukti rekaman tersebut sudah sangat cukup untuk dijadikan bahan pertimbangan norma bagi kepolisian.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan