Ukar Bangkit (68), tukang tambal ban nan menjadi korban pemukulan di area Buah Batu, Kota Bandung, memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Ukar apalagi memutuskan mencabut perkara itu di kepolisian.
Ukar mengatakan, keputusan tersebut diambil lantaran mempertimbangkan usianya nan sudah lanjut serta hubungan dirinya dengan family terduga pelaku.
"Abah kan nomor satu udah tua. Dia kan banyak teman-temannya, tetap kerabat juga, bapaknya juga dulu kawan Abah," kata Ukar saat ditemui, Jumat (28/8).
Ukar mengaku tidak mau persoalan tersebut bersambung dan kemudian berakibat kepada family terduga pelaku. Menurutnya, jika perkara diteruskan, bukan hanya pelaku nan bakal menghadapi persoalan, tetapi juga istri dan keluarganya.
"Ya nan namanya jika dilanjut, pasti orang kelak istrinya, terus saudaranya pasti enek," ujarnya.
Ia juga mempertimbangkan proses norma nan menurutnya dapat berjalan cukup panjang. Karena itu, Ukar memilih untuk tidak memperpanjang perkara tersebut.
"Yang namanya dilanjut enek pasti kan satu tahun, dua tahun untuk (hukuman) penganiayaan," tutur Ukar.
Padahal, Ukar mengaku dirinya tidak mengetahui argumen dipukul. Saat kejadian, dia justru sedang memberikan pertolongan kepada seorang wanita nan mengalami kecelakaan di depan tempat tambal bannya.
"Penganiayaan tanpa sebab, tanpa masalah. Orang nolong kok dipukulin, tahu-tahu dipukulin, apa itu kan?" katanya.
Ukar mengatakan dirinya memang sempat merasakan sakit akibat pukulan tersebut. Namun, dia memilih mengesampingkan rasa sakit itu dan memberikan maaf kepada orang nan diduga memukulnya.
"Jadi saya iba gitu, walaupun saya sakit biarin lah. Saya sakit, orang lain lezat gitu," ujar Ukar.
Bagi Ukar, persoalan tersebut tidak perlu diperpanjang jika tetap dapat diselesaikan dengan langkah kekeluargaan. Ia mengaku tidak menyimpan dendam kepada terduga pelaku.
"Dia enggak tahu dia nan melakukan kesalahan, saya nan memberi maafnya gitu," tuturnya.
Bahkan, Ukar mengatakan dirinya tetap memberikan maaf meskipun pelaku tidak secara langsung meminta maaf kepadanya.
"Walaupun dia tidak minta maaf, saya maafkan," katanya.
Dimintai Keterangan oleh Polisi
Sebelumnya, Ukar sempat dimintai keterangan oleh polisi. Ia mengaku terkejut ketika polisi datang ke rumahnya pada malam hari lantaran dirinya merasa tidak pernah membikin laporan mengenai kejadian tersebut.
"Ya udah pulang, kok malam-malamnya ada polisi. Ya kaget Abah, enggak laporan, enggak bikin laporan," ujarnya.
Setelah menjalani proses pemeriksaan, Ukar kemudian kembali datang ke instansi polisi. Ia menyampaikan keinginannya agar perkara tersebut tidak dilanjutkan dan memilih penyelesaian secara kekeluargaan.
"Ya tadi jam 8 kudu ke instansi lagi, ya Abah mengadakan cabut perkara secara kekeluargaan," kata Ukar.
Menurutnya, keputusan mencabut perkara bukan berfaedah dia membenarkan tindakan pemukulan nan dialaminya. Ukar hanya mau persoalan tersebut berakhir dan tidak menimbulkan masalah baru bagi kedua pihak.
"Enggak lanjut," tuturnya.
Ukar pun sekarang mengaku kondisinya sudah sehat dan tidak mengalami keluhan berfaedah akibat kejadian tersebut.
"Kondisi alhamdulillah sehat, tidak apa-apa," ucapnya.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·