Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah yang Benar

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

JAKARTA - Ziarah kubur adalah ibadah nan dianjurkan dalam Islam, namun banyak orang melakukannya tanpa betul-betul memahami etika dan tata langkah sesuai sunnah, sehingga sebagian menudingnya sebagai bid'ah. Banyak ulama, termasuk di Indonesia, menjelaskan bahwa kunjungan kubur diperbolehkan selama tidak melanggar larangan nan jelas, seperti berlebihan alias bermohon kepada mayit.

Dalil dan Anjuran Ziarah Kubur

Rasulullah SAW sendiri menuntun umatnya agar berkunjung kubur secara benar. Salah satu sabda nan sering dijelaskan oleh ustadz adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا، فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ بِالْمَوْتِ

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Dulu saya melarang kalian menziarahi kubur, sekarang berziarahlah, lantaran sesungguhnya itu mengingatkan kematian.’” (HR. Muslim)

Hadis ini sering dikutip sebagai dasar rekomendasi kunjungan kubur, termasuk bagi perempuan, dengan penjelasan bahwa tujuan utamanya adalah mengingat kematian dan memperkuat iman.

Adab Ziarah Kubur

  1. Niat nan Benar 

Ziarah kubur dianjurkan dengan niat untuk mengingat akhirat, mengambil pelajaran, dan bermohon bagi almarhum, bukan untuk meminta kepada mayit alias berlebihan dalam ritual. Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa kunjungan nan betul kudu tetap dalam koridor tauhid, tanpa syirik dan khurafat.

  1. Membaca Bacaan nan Dianjurkan 

Ucapan nan diucapkan di kuburan kudu sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، يَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَاللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُمْ

Al‑salāmu ‘alaykum ahl ad‑diyāri min al‑mu’minīna wal‑muslimīn, wa inna in shā’a Allāhu bikum lāḥiqūn, yarḥamullāhu al‑mustaqdimīna minnā wal‑musta’khirīna, wallāhumma ghfir lanā wa lahum.

Artinya: “Assalamu ‘alaykum wahai masyarakat rumah (kubur) dari orang-orang mukmin dan muslim, dan kami insya Allah bakal menyusul kalian. Semoga Allah merahmati orang-orang nan mendahului kami dan nan mengikuti kami. Ya Allah, ampunilah kami dan mereka.”

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com