Harga Batu Bara Turun ke USD 127.85 per Ton, Nikel Melesat 1,44 Persen

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO

Sejumlah komoditas seperti batu bara, timah, dan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) tercatat mengalami penurunan harga. Di sisi lain, nilai nikel justru menguat.

Batu Bara

Harga batu bara terpantau turun pada penutupan perdagangan Senin (10/8). Dikutip dari laman resmi tradingeconomics, nilai batu bara turun tipis 0,31 persen ke level USD 127.85 per ton.

Nikel

Harga nikel terpantau meningkat pada penutupan perdagangan Jumat (7/8). Berdasarkan laman London Metal Exchange (LME) naik 1,44 persen menjadi USD 17.004 per ton.

Timah

Sementara itu, nilai timah pada periode perdagangan nan sama, info dari laman London Metal Exchange (LME) menunjukkan adanya penurunan 1,01 persen. Dengan begitu, sekarang nilai timah ada pada level USD 55.530 per ton.

Ilustrasi timah. Foto: Dok. MIND ID

CPO

Harga CPO juga terpantau menurun. Berdasarkan situs tradingeconomics, nilai CPO turun 0,19 persen menjadi MYR 4.677 per ton.

Harga minyak sawit tetap mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 0,5 persen, setelah sebelumnya mengalami tekanan. Penguatan ini didukung oleh permintaan dari India, salah satu konsumen utama, dengan impor minyak sawit pada Juli melonjak ke level tertinggi dalam 10 bulan.

Kilang penyulingan meningkatkan stok minyak sawit dan kedelai untuk mengantisipasi kenaikan permintaan di tengah pengetatan pasokan domestik.

Selain itu, ekspor CPO juga turut menopang harga. Surveyor Kargo memperkirakan pengiriman minyak sawit Malaysia pada bulan Juli bakal meningkat antara 12,1-19,5 persen dari bulan Juni.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan