
Ilustrasi.
SANAA - Kelompok Houthi Yaman menyatakan telah menyerang kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco pada Minggu (9/8/2026). Serangan ini terjadi dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakstabilan area akibat perang AS-Israel melawan Iran.
Aliansi dengan Turki dan Pakistan bermaksud memperkuat daya tangkal kolektif terhadap segala corak agresi. Pakta tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara itu bakal dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
Belum jelas apakah alias gimana Pakistan maupun Turki bakal turut serta dalam respons Arab Saudi terhadap serangan terbaru ini.
Bulan lalu, golongan Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah. Langkah itu diambil dengan argumen adanya pengepungan oleh Saudi terhadap mereka—sebuah tuduhan nan dibantah oleh Riyadh.
Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa kebakaran sempat terjadi di kilang tersebut namun sukses dipadamkan tanpa menimbulkan korban luka, dan pihak berkuasa sedang menangani kejadian itu tanpa menyebut penyebabnya.
Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, mengunggah pernyataan di platform X bahwa golongan itu menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk menyerang kilang tersebut. Mereka sebelumnya pernah menyerang akomodasi Aramco di Jazan—wilayah di barat daya Arab Saudi nan mengolah 400.000 barel minyak mentah per hari—serta menyerang Yanbu nan terletak di tepi Laut Merah.
Dalam pernyataan terpisah, Saree mengatakan bahwa golongan Houthi melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap kota pelabuhan Mocha di pesisir Laut Merah, Yaman, demkian dlansir Reuters.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·