Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |08:00 WIB

IHSG Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pasar finansial domestik pada pekan 10 hingga 14 Agustus 2026 diproyeksikan bakal berada dalam fase wait and see. Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas rilis info ekonomi krusial dari Amerika Serikat (AS).
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengungkapkan bahwa perhatian utama para pelaku pasar bakal tertuju pada rilis parameter inflasi kunci, ialah Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI), serta info penjualan ritel (retail sales).
"Rangkaian info ini menjadi krusial lantaran bakal memberikan sinyal nan lebih terang mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, apakah tekanan inflasi sudah betul-betul mendingin untuk memberi ruang bagi pelonggaran suku kembang alias justru tetap cukup handal untuk mempertahankan narasi suku kembang tinggi lebih lama," kata David dalam risetnya, Senin (10/8/2026).
Pada pekan sebelumnya, IHSG ditutup menguat sekitar 2,78 persen ke level 6.409 dibanding pekan sebelumnya. Di tengah tren penguatan indeks tersebut, penanammodal asing membukukan tindakan beli bersih (inflow) mencapai Rp494 miliar di pasar reguler.
Dari sisi eksternal, David menjelaskan pentingnya mencermati dinamika kebijakan suku kembang dunia nan saat ini berada di persimpangan jalan krusial.
"Bank sentral utama, seperti US Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) terus menyeimbangkan antara upaya meredam ketahanan inflasi nan melandai secara berjenjang dan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·