950 Dapur MBG Terindikasi Tak Higienis, Kepala BGN Ancam Tutup Permanen

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |20:48 WIB

950 Dapur MBG Terindikasi Tak Higienis, Kepala BGN Ancam Tutup Permanen

Kepala BGN Sudaryono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mendeteksi adanya ratusan dapur pengolah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beragam wilayah Indonesia nan terindikasi tidak layak dan tidak higienis. Pengelola dapur-dapur tersebut sekarang terancam penutupan operasional secara permanen jika tidak segera memenuhi standar kebersihan nan telah ditetapkan.

Langkah ini diambil menyusul temuan tim pengawas mengenai maraknya tempat pengolahan makanan nan belum mengantongi izin resmi. "Sampai sejauh ini, kami mendapatkan laporan ada 950 dapur nan kami curigai sampai dengan hari ini kemungkinan besar tidak layak sanitasi dan higiene, nan kemungkinan bakal kami umumkan di kemudian hari berapa nan pasti kami tutup secara permanen," kata Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, dalam bertemu pers di instansi BGN, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Sudaryono menjelaskan soal kondisi dapur nan tidak higienis sangat membahayakan keamanan, kesehatan, apalagi nyawa para penerima manfaat, termasuk anak-anak. Sehingga, BGN menetapkan kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat wajib nan tidak bisa ditawar.

Dapur-dapur nan sudah beraksi cukup lama tetapi belum mempunyai arsip tersebut bakal diberi pemisah waktu hingga 10 Agustus 2026 untuk segera mengurusnya di Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten/kota.

BGN sendiri telah menerbitkan surat info kepada jejeran wilayah untuk memberikan pendampingan administratif kepada para mitra pengelola dapur. Namun, pelonggaran waktu ini dipastikan tidak bakal melonggarkan standar penilaian kualitas kebersihan bentuk di lapangan.

"SLHS ini bukan syarat administrasi, ini syarat mutlak, jadi jika mau sebagus apa pun rupanya secara higiene dan sanitasinya itu kemudian tidak layak, maka kudu di-suspend permanen, kami tutup dapurnya secara permanen," jelas Sudaryono.

Terkait hambatan pengurusan dokumen, Sudaryono mengaku menerima keluhan dari sejumlah mitra pengelola nan merasa dipersulit alias dihambat oleh birokrasi di beberapa daerah. Menanggapi perihal itu, dia mengimbau para mitra untuk segera melayangkan kejuaraan tertulis kepada BGN sebelum tenggat waktu tanggal 10 Agustus agar hambatan tersebut dapat diurai dan diperiksa satu per satu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com