ilustrasi(Magnific)
SARAN kesehatan untuk laki-laki umumnya berputar pada konsumsi protein, olahraga rutin, dan pengurangan makanan digoreng. Padahal, beberapa makanan nan sangat berfaedah bagi tubuh kerap tidak menjadi sorotan, meskipun harganya terjangkau, mudah ditemukan, dan kerap tersimpan di lemari dapur.
Seiring bertambahnya usia, nutrisi tertentu memainkan peran krusial untuk kegunaan prostat, kesehatan kardiovaskular, kepadatan tulang, dan pemeliharaan otot pria. Berdasarkan penjelasan para mahir gizi terdaftar, berikut enam makanan nan paling sering disepelekan untuk mendukung kesehatan pria.
1. Tomat
Tomat kaya bakal likopen, sebuah karotenoid nan berfaedah untuk kesehatan prostat, antioksidan, dan kesehatan kardiometabolik. Ahli gizi Johannah Katz, RD, menyarankan untuk mengonsumsi olahan tomat nan telah dimasak.
"Saya sangat menyukai produk tomat olahan, lantaran memasak dan memadukan tomat dengan sumber lemak seperti minyak oliva dapat meningkatkan penyerapan likopen," kata Johannah Katz, RD.
Ia menambahkan, beberapa penelitian telah mengawasi produk tomat dan likopen mengenai akibat kanker prostat. Bukti nan ada memang belum cukup kuat untuk menyatakan tomat mencegah kanker prostat, namun konsumsi tomat masak merupakan langkah pandai dan berisiko rendah.
2. Brokoli
Brokoli tergolong sayuran cruciferous. Konsumsi brokoli dikaitkan dengan penurunan akibat beberapa jenis kanker, termasuk kanker prostat, serta penurunan nomor kematian akibat semua penyebab.
Di dalam tubuh, senyawa dalam brokoli diubah menjadi sulforafan nan mempunyai aktivitas antioksidan dan pelindung sel. Untuk menjaga kandungan nutrisinya, pengukusan ringan lebih disarankan daripada merebus hingga terlalu lunak.
3. Salmon Kaleng
Salmon kaleng menawarkan profil nutrisi nan setara dengan salmon segar, namun dengan nilai lebih terjangkau dan masa simpan lebih lama.
"Secara nutrisi, salmon kaleng adalah sumber protein nan luar biasa serta masam lemak omega-3 anti-inflamasi nan baik untuk jantung, ialah EPA dan DHA. Salmon kaleng juga menyediakan kalsium dan vitamin D untuk kesehatan tulang," jelas Sarah Schlichter, M.P.H., RDN.
Kandungan tulang lunak nan dapat dimakan pada produk kalengan memberi tambahan kalsium nan tidak didapatkan dari filet segar.
4. Biji-bijian Utuh (Whole Grains)
Mengganti roti alias beras putih dengan biji-bijian utuh membawa akibat signifikan. Krystle Zuniga, Ph.D., RD, CSO, menjelaskan bahwa mengonsumsi sekitar tiga porsi biji-bijian utuh per hari berasosiasi dengan penurunan akibat kanker kolorektal sebesar 17%.
"Kanker kolorektal sekarang menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada laki-laki di bawah usia 50 tahun," terang Zuniga.
Serat dalam biji-bijian utuh mendukung pencernaan, menstabilkan gula darah, dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
5. Kefir
Minuman susu fermentasi ini membantu kesehatan otot, tulang, dan pencernaan berkah kandungan kultur hidupnya. Ahli gizi Yasi Ansari, M.S., RDN, CSSD, menyebut laki-laki mempunyai akibat batu ginjal nan lebih tinggi. Selain cairan nan cukup, makanan kaya kalsium seperti kefir dapat membantu mengurangi akibat jenis batu ginjal tertentu.
6. Tiram
Tiram kaya bakal seng (zinc), mineral krusial nan tidak dapat disimpan tubuh dalam jumlah besar. "Tiram menyediakan seng dalam jumlah tinggi nan dapat membantu sistem reproduksi dengan mengatur kadar testosteron serta mendukung kesehatan prostat," ujar Mascha Davis, M.P.H., RD.
Strategi Lain Pendukung Kesehatan Pria
Selain pola makan, menjaga kesehatan jangka panjang memerlukan kebiasaan proaktif, di antaranya:
- Pemeriksaan Rutin: Memantau kondisi tubuh secara berkala untuk mendeteksi potensi masalah lebih awal.
- Perawatan Preventif: Melakukan skrining tekanan darah tinggi, kolesterol, dan diabetes.
- Kesehatan Jantung: Menjaga tekanan darah, tetap aktif, dan menghindari rokok.
- Skrining Prostat: Berkonsultasi dengan master mengenai waktu memulai skrining, terutama bagi nan berumur di atas 50 tahun alias mempunyai riwayat keluarga.
- Kesehatan Mental: Membuka diri dan mencari support ahli saat dibutuhkan.
- Lingkungan Rumah Sehat: Menyediakan makanan bergizi, berolahraga teratur, dan mengelola stres.
(Eating Well/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·