Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan.(MI/Naufal Zuhdi)
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan domestik berakibat pada kerugian negara nan masif. Ia menyebut Indonesia kehilangan potensi sumber daya perikanan senilai lebih dari Rp200 triliun per tahun akibat tindakan pencurian ikan oleh pihak asing.
Zulkifli menyoroti Nilai Tukar Nelayan (NTN) nan saat ini tetap berada di nomor 103. Menurutnya, nomor tersebut mencerminkan keterbatasan ekonomi dan daya dukung nelayan lokal dalam menjaga serta mengelola wilayah laut Indonesia secara optimal.
“Nelayan itu kan family kita, bagian dari kita. Kalau ada apa-apa mengenai Indonesia mereka paling depan. Itu nilai tukarnya 103 sekarang,” ujar Zulkifli saat ditemui di Jakarta, Jumat (4/9).
Kondisi ekonomi nan lemah ini, lanjut Zulkifli, berbanding lurus dengan maraknya praktik illegal fishing. Mengutip info dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, dia menyatakan bahwa kelemahan armada nelayan lokal membikin kekayaan laut Indonesia mudah dijarah.
“Apa dampaknya? Kalau nelayan kita lemah, kata Pak Treng, Menteri KKP, ikan kita dicuri per tahun kira-kira 200 triliun lebih,” ungkapnya.
Zulkifli menjelaskan bahwa pencurian ikan tersebut kebanyakan dilakukan oleh nelayan dari negara-negara seperti Vietnam, Thailand, India, hingga Jepang. Ia menilai nelayan asing mempunyai kelebihan lantaran didukung oleh armada kapal nan lebih besar dan teknologi nan lebih mumpuni berkah tingkat kemakmuran nan lebih baik.
Sebaliknya, nelayan Indonesia dinilai tetap terjebak pada penggunaan kapal-kapal mini nan membatasi daya jelajah dan daya tawar mereka di pasar. Keterbatasan akomodasi pendukung juga membikin nelayan sering kali terpaksa menjual hasil tangkapan dengan nilai murah agar ikan tidak membusuk.
“Dia serajin apapun jika dapat ikan, dia tidak punya daya tawar. Tetap ditawarnya rendah, harganya murah. Kalau tidak, ikannya busuk. Jadi dampaknya luas sekali,” pungkas Zulkifli. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·