Jakarta, CNBC Indonesia - Persoalan sampah tetap menjadi tantangan besar di Indonesia. Sebagian besar sampah nan dihasilkan setiap hari belum terkelola dengan baik, memicu beragam persoalan lingkungan dan kesehatan. Di tengah situasi itu, inisiatif penduduk di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber faedah ekonomi.
Adalah Didi Saputra (41), nan berkawan disapa Untung, menjadi penggerak pengelolaan sampah di desanya. Sejak 2021, dia berbareng penduduk mulai mengolah sampah organik menggunakan maggot alias larva Black Soldier Fly. Dari upaya tersebut, terbentuk golongan Sari Larva Berdaya (SLB) nan kemudian berkembang menjadi Bank Sampah Berseri pada 2024.
"Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan," ujar Didi dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Saat ini, golongan tersebut bisa mengelola sekitar 1 hingga 2 ton sampah setiap hari. Sampah dikumpulkan dari limbah katering perusahaan serta rumah tangga penduduk sekitar. Hasil pengolahannya beragam. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk ayam, bebek, dan ikan.
Selain itu, limbah kayu palet diolah menjadi meja dan kursi, sementara limbah kertas dan pelepah pisang diubah menjadi kertas daur ulang dan paper bag nan mempunyai nilai jual. Tak hanya berakibat pada lingkungan, aktivitas ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga.
Sebanyak 17 orang sekarang aktif terlibat dalam pengelolaan sampah tersebut. Didi secara unik melibatkan golongan rentan, seperti penyandang disabilitas dan anak-anak putus sekolah.
"Ada nan tuna netra, ada juga nan punya keterbatasan lain, tapi mereka tetap bisa bekerja, seperti memilah sampah alias membikin produk daur ulang," katanya.
Selain itu, golongan ini juga membantu anak-anak putus sekolah untuk mengikuti ujian Paket B dan C agar mempunyai ijazah. Manfaat ekonomi juga dirasakan melalui sistem tabungan Bank Sampah Berseri. Warga dapat menukarkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas menjadi saldo tabungan.
Menariknya, menjelang hari besar seperti Lebaran, saldo tersebut bisa dicairkan dalam corak paket sembako dengan nilai sekitar 30 persen lebih murah dari pasaran. Upaya ini turut didukung oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai bagian dari MIND ID.
Dukungan diberikan dalam corak training dan penyediaan sarana, sehingga masyarakat bisa mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri. Program ini menjadi bagian dari penemuan sosial nan berkontribusi pada capaian penghargaan PROPER Emas nan diraih perusahaan.
Meski demikian, Didi menilai perjalanan mereka tetap panjang. Ke depan, dia berambisi dapat mempunyai armada pengangkut sampah agar jangkauan jasa bisa diperluas ke lebih banyak rumah tangga.
"Kami terus belajar dan bergerak. Dari sampah, kami bisa berdikari dan saling membantu," pungkasnya.
(bul/bul)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·