Awan tebal nan dibarengi hujan menyelimuti wilayah Jakarta, Rabu (21/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geodisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilaya(Ramdani/MI)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakirana cuaca dan peringatan awal mengenai potensi cuaca ekstrem nan bakal melanda sejumlah kota besar di Indonesia hari ini (20/6). Berdasarkan pantauan terbaru, kejadian wilayah konvergensi memicu pertumbuhan awan hujan nan signifikan di beberapa titik strategis.
Prakirawan BMKG, Nazmi Nariyah, menjelaskan bahwa wilayah konvergensi terpantau memanjang dari Samudra Pasifik Timur Filipina hingga Samudra Hindia di barat Sumatera. Kondisi atmosfer ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat nan dapat disertai kilat dan angin kencang.
Peringatan Dini Kota Besar (Sabtu, 20 Juni 2026):
- Hujan Sedang - Sangat Lebat & Petir: Tanjung Pinang, Padang, dan Tanjung Selor.
- Hujan Ringan - Sedang: Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Kupang, Sorong, Nabire, dan Jayapura.
- Berawan: Jakarta, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke.
Berdasarkan info tervalidasi server pada pukul 07.30 WIB, wilayah Jakarta (Gambir) saat ini terpantau berawan tebal dengan suhu 28 °C. Sementara itu, wilayah Bandung (Citarum) terpantau cerah dengan suhu udara mencapai 22 °C.
Tren Karhutla dan Tantangan Musim Kemarau
Di tengah peringatan hujan di beberapa wilayah, pemerintah tetap mewaspadai potensi kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Indonesia sukses menekan luas karhutla hingga 55,6 persen dibandingkan tahun 2015. Data menunjukkan penurunan signifikan dari 2,61 juta hektare pada 2015 menjadi 1,16 juta hektare pada siklus El Nino 2023.
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa musim tandus tahun ini diprediksi datang lebih awal dan berjalan lebih lama. Puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September, nan menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh pihak terkait.
| Hujan Lebat/Petir | Tanjung Pinang, Padang, Tanjung Selor |
| Hujan Ringan/Sedang | Sumatera (sebagian), Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Papua |
| Berawan | Jakarta, Sulawesi, Maluku, Papua Selatan |
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi musibah hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di wilayah nan diprediksi mengalami hujan lebat, serta tetap menjaga kesiapan air menjelang puncak musim kemarau. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·