Jakarta -
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mengatakan upaya mewujudkan kampus nan inklusif kudu menjadi aktivitas berbareng dan segera direalisasikan. Menurutnya, sejumlah hambatan untuk mewujudkan pendidikan nan inklusif kudu segera diatasi dengan langkah nyata.
"Perlu langkah nyata untuk mengatasi beragam hambatan nan ada agar setiap anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan jasa pendidikan nan berkualitas," kata Rerie dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Berdasarkan Data Center for Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta berbareng University of the West of England mencatat hanya ada 90 perguruan tinggi di Indonesia nan resmi menerima mahasiswa disabilitas pada awal 2025. Angka tersebut hanya mencakup 1,99 persen dari total 4.523 universitas nan tersebar di seluruh tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia jumlah perguruan tinggi nan menyediakan pusat jasa disabilitas terhitung tetap banget minim, ialah sekitar 0,2 persen. Selain itu, baru terdapat delapan universitas nan secara resmi menyediakan platform pendaftaran unik bagi calon mahasiswa difabel.
Akses pendidikan bagi 3.128 mahasiswa difabel nan terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi per Juni 2025 tercatat tetap terbatas di 282 kampus. Angka tersebut dinilai sangat mini jika dibandingkan dengan jumlah total penyandang disabilitas di Indonesia nan mencapai 17,9 juta jiwa.
Ia pun menyoroti pentingnya menyatukan arah dan langkah semua pihak mengenai dalam pengembangan ekosistem pendidikan tinggi.
Menurut Rerie, konsolidasi antar perguruan tinggi sangat krusial untuk melahirkan sistem pendidikan nan tidak hanya inklusif, tetapi juga adaptif dan kolaboratif dalam menjawab tantangan zaman.
"Diperlukan sumbang pikiran dari para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk merealisasikan strategi efektif dalam menjawab tantangan ini," tegas Rerie
Rerie beranggapan bahwa izin dan pendanaan saja tidak cukup untuk merealisasikan perguruan tinggi nan inklusif. Pemahaman mengenai pendidikan inklusif juga kudu disosialisasikan ke beragam pihak.
"Pemahaman tentang pentingnya ekosistem pendidikan inklusif kudu disosialisasikan secara masif, termasuk kesiapan tenaga pendidik nan mempunyai perspektif inklusif," pungkas Rerie.
(anl/ega)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·